Konselor yang efektif

Orang yang sangat berarti di sekolah yang bertanggung jawab mengawal proses pendidikan adalah pendidik. Pendidik selain guru di sekolah yang mengawal proses perkembangan siswa adalah konselor. Bahkan konselorlah yang memiliki peluang paling besar dalam mendidik dan membimbing siswa untuk bisa berkembang optimal dan menjadi insan utuh. Di antara para konselor yang bisa berbuat terbaik dan produktif adalah konselor yang efektif.

Pada kenyataannya memang kinerja konselor tidak selalu efektif. Akibatnya kehadiran konselor belum bisa diterima secara positif. Kesannya, konselor hanya berfokus pada siswa yang bermasalah. Para siswa kadang-kadang abai terhadap konselor. Kondisi yang demikian harus disikapi dengan konselor yang efektif. Konselor yang efektif perlu terus diupayakan. Konselor yang efektif harus bisa berkontribusi tercipannya kader yang baik.

Untuk memahami kehadiran konselor yang efektif, kiranya perlu dememgerti makna konselor dalam konteksnya. Pertama, konselor yang efektif dapat membuat praktek layanan konseling terorganisasikan dengan baik. Layanan yang terorganisasi dengan baik merupakan kunci penting dalam praktek konseling. Apapun yang perlu terorganisasi dengan baik, di antaranya kertas kerja (program), jadwal layanan, dan informasi detil tentang konselor.

Kedua, praktek layanan konseling secara profesional dan bersasarkan kode etik. Layanan konseling tidak amatiran, sehingga tidak boleh sembarang orang bisa mengklaim dapat memberikan layanan konseling. Konseling terhadap siapapun dan tentang apapun harus dilakukan secara profesional. Juga konselor harus ikuti kode etik yang bisa memberikan manfaat, utamanya bagi konseli.

Ketiga, konselor harus mendidik dirinya menjadi diri sendiri. Untuk menjadi konselor yang efektif, perlu dilalui dengan belajar ilmu konseling dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya untuk meng-upgrade ilmu dengan mengikuti forum Ilmiah, melakukan riset dan latihan keterampilan konseling yang efektif. Apapun yang diupayakan oleh konselor harus disesuaikan dengan potensi dan latar belakangnya.

Baca Juga:  Kinerja Guru Anak Berbakat

Keempat, konselor percaya diri berdasarkan atas posisi dan tanggung jawabnya. Untuk menjadi konselor yang efektif tidak cukup dengan perolehan sertifikasi profesi. Namun keahliannya harus diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab. Konselor harus bekerja serius dalam memberikan layanan konseling dengan tetap mengutamakan layanan yang profesional.

Kelima, konselor berperilaku terhormat dan tidak judgmental. Konselor harus bisa menghargai nilai, keyakinan dan sikap yang dimiliki oleh klien. Juga tidak boleh memaksakan nilai, keyakinan dan sikap yang dimiliki oleh Konselor ketika sedang menjalani tugas profesional.

Keenam, konselor memahami pentingnya komunikasi. Konselor seharusnya mampu tunjukkan keterampilan berkomunikasi. Penguasaan keterampilan komunikasi dalam konseling dapat menentukan tingkat keberhasilan konseling. Karena itu konselor harus produktif meng-update keilmuan

Ketujuh, konselor memiliki sikap fleksibel. Konselor yang efektif adalah yang mampu mengakomodasi. Mampu bersikap fleksibel. Dengan begitu layanan pendidikan inklusif sangat diperlukan untuk yang membutuhkan.

Akhirnya bahwa konselor yang sangat dibutuhkan di era digital adalah konselor yang memiliki kecakapan tertentu, utamanya kecakapan IT (e-counseling) dan kecakapan konseling multikultural serta kemampuan beradaptasi. Selanjutnya konselor harus mau lebih konsentrasikan kepada konseling pengembangan daripada konseling remedial atau terapetik. []

Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Beliau adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menjabat Rektor Universitas Negeri Yogyakarta untuk periode 2009-2017, Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019, Ketua Umum Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) periode 2011-2016, dan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY masa bakti 2011-2016

    Rekomendasi

    neoplatonisme 3
    Opini

    Neoplatonisme (3)

    Demikianlah sekilas dan sedikit yang saya pahami tentang Metafisika Ketuhanan dari percakapan tentang ...

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini