Yang Dirindukan Saat Ramadan Tiba

Ramadan adalah bulan latihan untuk menempa diri. Bulan di mana kita melakukan aktivitas terbaik dengan istirahatnya tubuh dari makan dan minum seharian penuh. Bulan di mana kita bisa berkesempatan meraih pahala, rahmat, hidayah, dan ampunan-Nya.

Seorang ulama salaf yaitu Yahya bin Abi Katsir mengatakan bahwa para salaf memanjatkan salah satu doa sebagai bentuk kerinduan mereka terhadap bulan Ramadan. Doa yang dipanjatkan ialah sebagai berikut:

ا اللهم سلمني إلى رمضان وسلم لي رمضان وتسلمه مني متقبل

“Ya Allah, pertemukan diriku dengan bulan Ramadan, selamatkan Ramadan untukku, dan terimalah seluruh amalku dibulan Ramadan.”

Rindunya hati akan Ramadan memuat isyarat bahwa kita mencintai Ramadan dan berharap bisa segera berjumpa dengan Ramadan. Kemudian jika kita bisa bercengkerama indah dengan Ramadan sesuai dengan syariat Islam, maka mendambanya hati akan pintu Ar-Rayyan di surga kelak terbuka untuk kita bukanlah hanya sekedar mimpi.

Rasanya sebelas bulan lamanya kita terlarut dalam hiruk pikuk rutinitas kesibukan duniawi. Tak jarang orang yang sudah bekerja berangkat pagi pulang malam hanya untuk mengais rezeki. Hanya ibadah wajib yang dijalankannya bahkan tidak sedikit menjalankan ibadah wajib yang diperuntukkan menggugurkan kewajiban bukan atas rasa sadar dan ketulusan hatinya beribadah kepada Tuhan yang maha Esa. Bulan Ramadan datang sebagai terapi sekaligus penyejuk di tengah gersangnya kehidupan dan di antara lemahnya iman. Orang yang sakit akan terobati, sesuai dengan sabda Nabi, barang siapa yang berpuasa maka akan sehat.

Allah memanjakan hambanya dibulan Ramadan karena bulan ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di mana pada bulan Ramadan Allah melipat gandakan pahala setiap orang yang beribadah kepada-Nya. Ketika kita bersedekah satu biji kurma pun itu bernilai sangat besar, apalagi dengan pahala ibadah wajib yang kita lakukan dalam bulan Ramadan? Belum lagi dengan pahala ibadah sunah yang dianjurkan dalam bulan Ramadan. Ibadah sunah yang dianjurkan dalam bulan Ramadan misalnya seperti salat tarawih, memperbanyak tadarus Alquran, memperbanyak bersedekah, menghidupkan malam dengan beribadah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Maka barang siapa yang mengerjakan semua itu pasti akan panen pahala dan tidak ada orang yang tidak terpikat dengan pahala pada bulan Ramadan. Oleh karena itu, bergembiralah akan datangnya bulan suci Ramadan.

Baca Juga:  PBNU Himbau Percepat Bayar Zakat, Solusi Agar Kelaparan Tak Menimpa Umat

Sehingga Nabi Muhammad pun mengibaratkan Ramadan sebagai laksana sajian atau jamuan Ilahi serta umat Islam yang menjadi tamu serta menikmati sajian tersebut. Nafas orang berpuasa ibarat tasbih, tidurnya laksana ibadah, serta doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Betapa agungnya bulan Ramadan disuguhkan kepada kita umat Islam.

Betapa banyak pahala yang kita dapatkan andai seluruh bulan adalah Ramadan. Bahkan surga pun senantiasa ikut serta menyambut Ramadan dengan berhias memperindah dirinya. Sehingga Nabi Muhammad pun bersabda “Seandainya umatku mengetahui apa yang ada di dalam bulan suci(Ramadan)ini, maka sungguh mereka akan berharap satu tahun itu dipenuhi dengan bulan . Sesungguhnya surga yang indah senantiasa berhias untuk menyambut bulan Ramadan di setiap tahunnya.” (Al Hadits)

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berbahagia ketika menyambut Ramadan. Pasalnya dibulan Ramadan itu pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, para setan dibelenggu, serta terdapat malam mulia daripada seribu bulan yaitu malam lailatul qadar. Maka siapkanlah hati dan diri kita untuk menyambut datangnya tamu Allah tersebut. Lebih elok lagi ketika kita menyambutnya dengan dalam keadaan diri yang bersih dari segala salah dan dosa dengan bertobat kepada Allah.

Ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Ramadan itu dibagi menjadi tiga yaitu sepuluh malam pertama itu adalah rahmat, sepuluh pertengahannya adalah ampunan, dan sepuluh akhir Ramadan adalah pembebasan dari api neraka. Ramadan bak seorang kekasih yang kehadirannya dirindukan dan kebersamaan dengannya diharapkan berlangsung lama.

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat agung untuk umat Islam di mana terdapat banyak ampunan dan Rahmat Allah swt. Maka dari itu sambutlah kedatangannya dengan rasa bahagia. Saatnya memperbaiki diri dan hati serta membuka lembaran baru yang putih bersih lagi bersinar. Ramadan Bulan Kemenangan.

Risalatul Mufidah

Rekomendasi

Tinggalkan Komentar

More in Hikmah