Keutamaan Sesuatu yang Dianggap Sepele

Berwudu merupakan salah satu kewajiban seorang muslim sebelum melaksanakan ibadah salat. Salat seseorang tidak akan diterima meskipun dia telah mandi kecuali sampai ia berwudu. Tujuan dari berwudu sendiri adalah untuk bersuci dari hadas kecil dan najis. Imam Fakhrudin Ar-Razi dalam kitabnya Mafatih Al-Ghaib mengatakan bahwa perintah salat sangat berkaitan dengan wudu. Pendapat yang dikutip Ar-Razi adalah kewajiban bersuci sebelum melaksanakan salat.

Salah satu ciri seorang mukmin adalah dia yang mau menjaga wudu. Banyak keutamaan yang diperoleh dari mengistikamahkan wudu. Dari sisi medis, para pakar telah membuktikan air wudu dapat mendinginkan ujung-ujung saraf jari tangan dan kaki. Selain itu, juga berguna untuk meningkatkan konsentrasi pikiran dan menjadikannya rileks.

Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw. bersabda :

قال النبي صلي الله عليه وسلم 🙁 مَنْ تَوَضَّأ وَأَحْسَنَ اْلوُضُوْء خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّي تَخْرُجُ مِنْ تَحْتَ أَظْفَارِهِ ). رواه مسلم

Maknanya : Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Barang siapa berwudu dan membaguskan wudunya (menyempurnakan wudu dengan memperhatikan fardu dan sunah-sunahnya), maka keluarlah dosa-dosa dari jasadnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya”. (HR. Muslim).

Wudu juga termasuk sarana seorang hamba untuk menjaga kesucian diri. Hal ini dilihat dari segi fisik maupun psikis. Oleh karena itu, Allah menjanjikan akan menghapus dosa seorang hamba yang senantiasa mengerjakan wudu dengan sungguh-sungguh dan khusyuk, hal tersebut berkenaan jika dilakukan sesuai dengan sunah Nabi Saw..

Dari riwayat lain juga diceritakan, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسول الله أتى المقبرة، فَقَالَ: «السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَومٍ مُؤْمِنِينَ، وَإنَّا إنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، وَدِدْتُ أنَّا قَدْ رَأَيْنَا إخْوانَنَا» قالوا: أوَلَسْنَا إخْوَانَكَ يَا رسول الله؟ قَالَ: «أنْتُمْ أصْحَابِي، وَإخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأتُوا بَعْدُ» قالوا: كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسولَ الله؟ فَقَالَ: «أرَأيْتَ لَوْ أنَّ رَجُلًا لَهُ خَيلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ ، ألا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟» قالوا: بَلَى يَا رسول الله، قَالَ: «فإنَّهُمْ يَأتُونَ غُرًّا مُحَجَّلينَ مِنَ الوُضُوءِ، وأنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الحَوْضِ». رواه مسلم

Baca Juga:  Meningkatkan Kualitas Wudu di Tengah Wabah Korona

Maknanya : Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah mendatangi suatu kuburan lalu mengucapkan: “Keselamatan atas kalian di tempat tinggal orang-orang mukmin dan kita semua Insya Allah akan menyusul kalian. Saya ingin kita dapat melihat saudara-saudara kita.” Para sahabat berkata: “Bukankah kita ini saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Engkau semua adalah sahabat-sahabatku, sedang saudara-saudara kita itu masih belum datang”. Para sahabat berkata pula: “Bagaimanakah engkau dapat mengetahui orang yang masih belum datang dari golongan umatmu ya Rasulullah?” Beliau saw. bersabda: “Bagaimanakah pendapatmu, sekiranya ada seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang putih bersih kepalanya, putih pula kaki-kakinya berada di samping kuda yang hitam polos, tidakkah pemilik itu dapat mengetahui kudanya sendiri?” Para sahabat menjawab: “Ya, tentu dapat, ya Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya umatku akan datang dalam keadaan bercahaya wajahnya serta putih bersih tubuhnya sebab berwudu dan saya adalah yang terlebih dulu dari mereka itu untuk datang ke telaga (kaustar).” (Riwayat Muslim)

Sayangnya, sebagian kaum muslim masih banyak yang menganggap sepele tentang perkara sunah ini. Padahal sering disebutkan dalam hadis Nabi, bahwa salah satu ciri seorang mukmin adalah mereka yang senantiasa menjaga wudu.

Sangatlah jelas perbedaan antara orang yang selalu menjaga wudunya dengan tidak, ciri-cirinya adalah wajah lebih putih berseri. Itu karena adanya cahaya iman yang meneranginya. Selain itu, ada dampak positif tersendiri yang didapat, yakni bertambah baiknya akhlak seorang hamba. Orang yang meninggal dalam keadaan ini juga pasti disebut husnul khatimah, karena ia meninggal dalam keadaan suci.

Semua muslim pasti bisa mengamalkan perkara sunah ini, asalkan dilandasi dengan kemauan yang kuat dan niat lillahi ta’ala. Berikut langkah sederhana dalam menjaga wudu :

  1. Setiap kali batal karena buang angin segera berwudu kembali
  2. Menyambung wudu setiap usai mandi ataupun buang air
Baca Juga:  Kisah dan Keutamaan Asyura

Selain itu, dengan berwudu tangan dan anggota badan yang lain akan terjaga kebersihannya, terutama di saat-saat seperti pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Yang mana salah satu media penyebarannya melalui persentuhan kulit. Sehingga kebersihan anggota badan yang banyak terbuka harus sering-sering diperhatikan. Di antaranya dengan berwudu. Dengan berwudu, kita tidak hanya telah mematuhi protokol kesehatan Covid-19, tapi juga mendapatkan keutamaan dari wudu itu sendiri. Wallahu A’lam. []

Siti Nur Lailatul Azizah
Siswi MANPK - MAN 4 Jombang, Santri Putri Asrama Hasbullah Sa'id PP. Mamba'ul Ma'arif Denanyar, dan Anggota di Komunitas Pena PeKa Denanyar.

    Rekomendasi

    hak belajar perempuan
    Opini

    Hak Belajar Perempuan

    Saya pernah ditanya, bagaimana menghadapi orang yang berpendapat untuk apa perempuan belajar tinggi-tinggi ...

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini