Bahaya-Bahaya Ilmu Menurut Imam Al Ghazali

Ilmu merupakan hal yang sangat mendasar dan penting sekali bagi muslim. Tak heran, dalam ajaran islam ilmu merupakan sesuatu yang wajib dicari oleh setiap orang islam, sebagaimana dalam hadits:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرَيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya: Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap orang islam baik laki-laki atau perempuan.

Pada dasarnya tidak ada ilmu yang tidak baik, semuanya baik dan bermanfaat, tergantung untuk apa ilmu itu di gunakan, karena ilmu membuat terang hal yang sebelumnya samar, persis seperti lampu. Sehingga pemahaman mudah dari tema ini adalah bahaya ilmu ketika disalah gunakan.

Didalam kitab mukhtashar ihya’ ulumuddin, Imam Al-Ghazali menyebutkan orang yang mengerti namun tidak mengambil manfaat dari yang diketahui hukumannya sangat keras bahkan lebih berat dari adzab para pendosa. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw. :

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَايَنْفَعُهُ اللهُ بِعِلْمِهِ

Artinya: “Paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang alim yang tidak diberikan kemanfaatan ilmunya oleh Allah.”

Imam Kholil Bin Ahmad  mengungkapkan tipe manusia yang hidup di dunia ini ada 4 macam :

  1. Orang mengerti yang sadar bahwa dirinya mengerti, ini yang disebut orang alim, maka hendaknya kita mengikutinya
  2. Orang yang mengerti namun tidak menyadari bahwa dirinya mengerti, ini seperti orang tidur, maka bangunkan dia.
  3. Orang yang belum mengerti dan sadar bahwa dirinya belum ngerti, ini orang yang butuh bimbingan, maka ajari dia.
  4. Orang yang tidak mengerti dan tidak menyadari bahwa dirinya tidak mengerti, ini gambaran orang bodoh, maka hendaknya kita waspada.

Lalu apa ciri orang alim itu?

Orang yang berilmu di sebut orang alim, dalam artian mengerti hukum agama. Ulama’ akhirat ialah orang orang alim yang tidak menjual agamanya dengan dunia, mereka memilih dan memprioritaskan akhirat ketimbang dunia, hal ini di sebabkan mereka paham bahwa akhirat itu mulia sementara dunia itu hina.

Baca Juga:  Al-Ghazali, Orientalis dan Perkembangan Pengetahuan

Berbeda dengan orang yang dianugerahi ilmu namun lebih condong pada hawa nafsunya sehingga ia lebih memilih dunia daripada akhirat bahkan menjual agamanya hanya untuk memperoleh kehinaan dunia

Orang semacam ini di sebut ulama su’ artinya ilmunya hanya akan membawa dampak buruk untuk diri dan masyarakatnya.

Sehingga menjadi jelas sabda nabi bahwa makin bertambah ilmu namun semakin jauh dari hidayah sejatinya orang ini makin jauh dengan Allah SWT.

Orang alim yang demikian ini diibaratkan sebagai serigala berbulu domba karena meski mereka tampak mengajak namun pada hakikatnya mereka menjerumuskan umat. Bagi yang mengalami keadaan seperi ini dikhawatirkan ia meninggal dalam keadaan belum bertaubat sehingga menjadi suul khotimah.

Semoga kita terlindung dari bahaya orang alim yang tidak mendapatkan manfaat dari ilmu yang telah kita pelajari. Sehingga kita termasuk orang yang mendapatkan petunjuk, dengan bertambahnya ilmu lalu kita semakin dekat kepada-Nya. Amiin. []

Moh. Farhani
Santri di Mahad Aly Nurul Jadid. Aktif di kelas literasi Badan Eksutif Mahasantri (BEMs) Mahad Aly Nurul Jadid.

Rekomendasi

Tinggalkan Komentar

More in Opini