Tradisi Idul Fitri di Trenggalek

Tradisi perayaan hari raya umat islam yaitu idul fitri merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Trenggalek terutama yang beragama Islam. Karena sebagian besar masyarakat Trenggalek mayoritas beragama Islam. Satu minggu sebelum hari raya idul fitri masyarakat Trenggalek sangat antusias menyabut hari kemenangan. Setelah berpuasa 1 bulan lamanya. Di Trenggalek sendiri ada sebuah tradisi dalam menyambut hari raya idul fitri. Tradisi tersebut adalah dengan memasang hiasan kain warna-warni dan lampu hias disepanjang jalan masuk desa di Trenggalek.

Hiasan dari aneka kain warna warni yang dibalut lampu hias terpasang di seluruh penjuru jalan kampung di Trenggalek. Hal itu merupakan bentuk gotong royong dan antusias masyarakat dalam menyambut hari kemenangan tersebut. Pada saat malam hari tiba, kondisi kampung semakin meriah. Masyarakat sendidri senang dalam menyambut hari kemenangan umat islam. Di berbagai kampung dan desa di Trenggalek yang biasanya tampak biasa saja namun saat hari raya idul fitri tiba, tampak tampil lebih cantik dan meriah.

Tradisi menghias kampung saat hari raya idul fitri tiba hampir merata di berbagai desa dan kampung di Trenggalek. Oleh karena itu tradisi tersebut sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat Trenggalek. Diharapkan dengan adanya tradisi tersebut menambah semangat dan rasa gotong royong masyarakat yang lebih tinggi. Tradisi tersebut tidaklah hanya sebagai tradisi melainkan sebagai ajang lomba menghias kampung.

Hal ini merupakan salah satu bentuk sosial yaitu kebersamaan dan gotong royong saling membantu dalam menghias kampung. Dengan kondisi kampung yang meriah diharapkan suka cita dalam menyambut hari raya idul fitri tetap teras dan tidak mengurangi semangat serta keseriusan masyarakat dalam beribadah. Tujuan tradisi menghias kampung menjekang hari raya idul fitri yaitu guna menanmkan sikap gotong royong dan toleransi antar umat beragama. Dalam hal ini tidak hanya orang yang beragama islam saja yang bergotong royong dalam menghias kampung melainkan juga orang yang beragama non islam, yang merupakan bentuk toleransi antar umat beragama.

Baca Juga:  Tradisi Meringkas Kitab

Tidak hanya tradisi dalam menghias kampung, tradisi lain jelang hari raya idul fitri di Trenggalek yaitu takbir keliling. Takbir keliling merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Trenggalek. Dari orang dewasa sampai anak-anak mengikuti takbir keliling dengan membawa oncor (bambu api). Semarak idul fitri semakin terlihat ketika takbir berkumandang diberbagai masjid, mushola.

Disetiap daerah berbeda-beda dalam tradisi jelang hari raya idul fitri. Dua tradisi yang ada di Trenggalek tersebut merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu. Dengan adanya tradisi tersebut lebih meningkatkan semangat gotong royong dan toleransi antar masyarakat. Di Trenggalek jiwa kekeluargaan sendiri masih terasa sangat kental.

Dalam hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri, masyarakat Trenggalek juga beranjangsana ke sanak keluarga dan orang yang lebih tua. Hal itu merupakan tradisi juga yang ada di Trenggalek. Masyarakat Trenggalek dikenal dengan kekeluargaan yang sangat erat. Oleh sebab itu momentum idul fitri hal yang paling ditunggu-tunggu.

Dari uraian demi uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa tradisi merupakan hal yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara yang sama. Dalam artian tradisi biasanya sudah dilaksanakan turun menurun dari sesepuh terdahulu. Sebuah daerah pasti memiliki tradisi yang berbeda-beda. Seperti halnya orang dahulu mengartikan dengan setiap daerah memiliki tata cara dan tradisi masing-masing. Dari pernyataan tersebut tradisi yang ada di Trenggalek dengan hubungan sosiologinya adalah adanya kerjasama dan gotong royong yang sangat amat kuat dari masyarakat. Oleh sebab itu tradisi tersebut tidak bisa di tinggalkan karena sudah menjadi ikon masyarakat Trenggalek dalam rangka perayaan hari raya idul fitri. []

Vellyna Dwi Setyaningrum
Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini