santri berkumpul

Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah salah satu pondok salaf yang berada di Desa Ngroto, kec Gubug Purwodadi. Pondok ini pertama kali didirikan oleh Kiai Irsyad pada 1975 M, kemudian generasi ke-dua diteruskan oleh Kiai Damanhuri (putra Kiai Irsyad). Di generasi ke-dua ini pondok tersebut berganti nama menjadi al-Ustmaniyyah, yang mana nama tersebut dinisbatkan kepada Gurunya Syaikh Muhammad Ustman al-Ishaqi untuk bertabaruk (mengalap berkah) kepada sang guru.

Di tahun 1990 pondok tersebut dirintis kembali oleh kedua tokoh ulama tersebut, yakni Kiai Masduri Damanhuri dan Kiai Munir Abdullah. Sebagian santri ada yang dibina oleh Kiai Damanhuri dan sebagiannya lagi dibina oleh Kiai Munir Abdullah.

Nama pondok yang dibina Kiai Munir Abdullah berganti nama menjadi Miftahul Huda, yang mana makna dari nama tersebut juga memiliki filosofi tersendiri. Berkat kegigihan serta keistiqomahan Kiai Munir Abdullah pondok yang dibina Kiai Munir ini berkembang pesat hingga dibanjiri para santri yang datang dari segala penjuru guna untuk menimba ilmu agama dengannya.

Kurikulum agama dan tasawuf merupakan ajaran pokok di pondok tersebut. Namun selain kurikulum agama juga ada kurukikulum yang notabene berbasis formal seperti smp dan smk. Seiring berjalanya waktu  juga akan dilanjutkan membangun Perguruan Tinggi. Ujar, Gus Fuad (salah satu keluarga ndalem).

Meskipun Pondok Pesantren Miftahul Huda bernuansa tasawuf, juga berperan penting dalam merawat dan menjaga keutuhan NKRI. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembelajaran atau mentarbiyah para santri agar selalu bersikap kritis dan moderat dalam mengarungi bahtera kehidupan. Yang mana hal tersebut terkonsep pada kaidah al-mukhafadtu ala qodimi al-shalih wa al-ahdu bijadidi al-aslah.

Artinya menjaga tradisi-tradisi lama sembari menyesuaikan dengan tradisi-tradisi kontemporer yang lebih baik adalah asas Pondok Miftahul Huda. Umumnya sebagian lembaga ketika memperingati Hari Santri Nasional berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya. Misalnya oleh sebagian lembaga perayaan tersebut diperingati dengan adanya lomba karya tulis, lomba dai, tilawah dan semacamnya.

Baca Juga:  Memaksimalkan Kiprah Pesantren sebagai Pohon Ilmu Bangsa Indonesia

Sehubungan dengan uraian di atas,  meskipun dikancah pandemi covid-19 di Pondok Miftahul Huda justru ketika memperingati Hari Santri Nasional diadakan upacara bendera dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Upacara bendera tersebut diadakan tepat pukul 07:00 wib hingga selesai. Uniknya, dalam upacara ini semua deratan pasukan paskibraka maupun anggota, semuanya memakai jubah putih dan kopyah putih. Dan hal Inilah adalah  yang menjadi ciri khas di pesantren tesebut. Ujar, salah satu kang santri (Miftahul Huda).

Peran paskibraka maupun anggota upacara yang memakai jubah dan kopyah putih tentu tidak sekedar budaya pada umumnya, akan tetapi memiliki makna filosofi yang sangat mendalam.  Perilaku semacam ini merupakan salah satu pembuktian kepada Negara dan umumya kepada khalayak umum bahwa santri-santri di Nusantara mampu menjadi kader-kader pemimpin, ulama’, serta penerus bangsa yang memiliki moderat.(iz)

 

 

Dicky Adi Setiawan
Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Pesantren