Bharaka, seorang pemuda yang terpaksa masuk pesantren karena dilarang ibunya menjadi tentara. Ia harus belajar mengalahkan egonya, menghadapi kegagalan, dan menyelaraskan nilai kesantrian agar bisa meraih restu ibu serta mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. "Tidak semua jalan menuju cita-cita harus ditempuh dengan melawan. Terkadang, jalan itu justru ditemukan lewat ketaatan."
Dalam Tabligh Akbar Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA di Bondowoso, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D. mengajak masyarakat memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalawat sebagai solusi menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurut beliau, tidak ada manusia yang terbebas dari masalah, namun Islam telah memberikan jalan ketenangan melalui kedekatan kepada Allah SWT.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Ma'had Putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo berlangsung khidmat dan meriah. Dalam kesempatan tersebut, Nyai Hj. Djuwairiyah Fawaid mengajak para santri putri untuk lebih mengenal dan menghafalkan bulan-bulan hijriah serta meningkatkan amal ibadah di bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.