Press ESC to close

Siapakah Pribadi Mulia yang Memesona itu?

Secara umum kita dapat mengatakan bahwa kekaguman itu terletak pada eksistensi (pribadi) Muhammad saw yang memesona dari seluruh aspeknya yang didambakan oleh dunia kemanusiaan, sepanjang sejarah umat manusia, di mana dan kapanpun.

Para Ulama, sejarawan, dan cendikiawan muslim menggambarkan dengan indah tentang pribadi sang Nabi :

“-Bila ada orang yang meninggal dunia dia mengiring jenazahnya.
-Jika ada orang yang sakit dia menengoknya, meski berada di tempat yang jauh.
-Dia sering duduk dalam posisi yang sama bersama-sama orang-orang fakir. -Dia mengambilkan untuk mereka makanan dengan tangannya sendiri.
-Dia senang menemui teman-temannya untuk sekedar silaturrahim.
-Dia menghormati orang-orang yang berbudi pekerti luhur, dan tetap berbuat baik kepada orang yang tidak baik (Ahl al-Syarr).
-Dia suka mengunjungi kerabat dekatnya tanpa melebihkan mereka dari orang-orang yang lain.
-Dia tidak pernah bertindak kasar kepada siapapun dan memaafkan orang yang meminta maaf.
-Nabi Saw adalah orang yang banyak senyum, kadang-kadang tertawa, tetapi tidak berlebihan.
-Seperti yang lain, dia juga suka bercanda, tetapi tak pernah berbohong.
-Dia tidak mengenakan pakaian melebihi pakaian pembantunya,
-Dia tidak pernah mencaci siapapun. -Dia tidak pernah merendahkan dan memukul perempuan, isteri dan pembantunya.
-Bila ada orang yang mencaci-maki orang lain, Nabi mengatakan: “tolong tinggalkan cara seperti itu”.
-Bila ada orang berbicara dengan suara tinggi, dia menahan diri dan sabar.
-Bila datang kepada hamba-sahayanya, laki-laki atau perempuan, dia mengajaknya berdiri dan membantu keperluannya.
-Nabi tidak pernah membalas keburukan orang lain dengan keburukan serupa, melainkan memaafkannya dan mengulurkan tangannya.
-Jika bertemu orang, dia mengucapkan salam, ucapan damai, lebih dahulu.
-Bila bertemu temannya, dia mengawali mengulurkan tangannya.
-Nabi selalu berzikir (mengingat Allah) baik ketika berdiri maupun ketika duduk.
-Jika ada orang yang duduk menunggunya ketika sedang shalat, dia mempersingkat shalatnya lalu menemuinya sambil mengatakan: apakah ada yang bisa aku bantu?. -Ketika mendengar cucunya menangis, dia menyegerakan shalatnya, lalu menemui dan menggendongnya. -Ketika dia masuk dalam suatu majlis, beliau duduk di tempat mana saja yang kosong yang dilihatnya pertama kali.

صل وسلم عليه وعلى اله

DSC Muludan

 

 

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
Mengenang 96 Tahun KH M Mashum Ali WafatPendiri Pesantren Seblak, Penggerak NU dan Tasrifan Jombangan
KH. Abdul Muhith dalam Sejarah Pendirian Ma'ahid dan TBS
Mengenal Mbah Bolong: Dari Panggung Dakwah, Pengasuh Pesantren hingga Mendirikan SMK Berprestasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.