Dalam Tabligh Akbar Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA di Bondowoso, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D. mengajak masyarakat memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalawat sebagai solusi menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurut beliau, tidak ada manusia yang terbebas dari masalah, namun Islam telah memberikan jalan ketenangan melalui kedekatan kepada Allah SWT.
Sisi tarekat Syekh Yasin Al Fadani memang jarang terdengar, namun jarang terdengar bukan berarti tidak ada. Justru hal itu menjadi bukti keberhasilan Syekh Yasin dalam mengamalkan salah satu hikmah Ibnu Athaillah, salah seorang pembesar Tarekat Syadziliyah: ادفن وجودك في أرض الخمول
Dalam literatur hadis, terdapat sebuah riwayat yang kuat maknanya dan sering luput dari perhatian. Riwayat ini membuka pemahaman penting tentang doa, keikhlasan, dan batasan dalam praktik ibadah. Hadis tersebut diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqqash, yang menceritakan sebuah peristiwa sederhana tetapi berdampak besar dalam pandangan syariat.
Seorang ahli ilmu pernah mengatakan bahwa sebagian dari mereka, sahabat-sahabat Nabi, jika bangun tidur dan melihat keluarganya memiliki sesuatu (kekayaan), maka mereka akan merasa sedih. Akan tetapi, jika mereka tidak memiliki apa pun, mereka merasa gembira dan bahagia.
Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh seorang yang mendekatkan diri kepada Tuhan adalah menjaga hati. Mengapa demikian? Karena hati layaknya seperti pintu yang harus dijaga khususnya dari berbagai macam ancaman yang membahayakan. Jika ada perkara berbahaya yang mendobrak pintu, maka kemungkinan rusaklah segala apa yang ada di balik pintu. Begitulah gambaran hati.
Mengakui kesalahan dan bertaubat merupakan langkah yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menekankan pentingnya mengakui kesalahan bagi setiap manusia