Dalam sejarah panjang Nahdlatul Ulama, kepemimpinan selalu lahir dari pertemuan antara kebutuhan zaman, tradisi keilmuan, pengalaman organisasi, dan kemampuan membaca perubahan sosial.
"Yang paling cepat meninggalkan manusia bukanlah usia, melainkan kekuasaan." Ada ironi yang terus berulang dalam sejarah manusia. Ketika seseorang memperoleh jabatan, dunia seakan berubah mengelilinginya. Pintu-pintu yang dahulu tertutup mendadak terbuka. Orang-orang yang sebelumnya menjaga jarak tiba-tiba menjadi akrab.
Mengapa, ketika seseorang akhirnya berhasil, justru wajah orang-orang yang dulu meremehkannya kembali terlintas dalam ingatan?" Barangkali hampir setiap orang pernah mengalami hal ini. Ketika cita-cita yang dahulu terasa mustahil akhirnya tercapai, atau ketika kehidupan mulai berubah menjadi lebih baik, tiba-tiba ingatan membawa kita kembali pada masa ketika diremehkan, ditolak.
Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan Islam tertua yang telah menjadi fondasi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari rahim pesantren lahir ulama, cendekiawan, negarawan, akademisi, hingga tokoh masyarakat yang berkontribusi besar bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Karena itu, membicarakan pesantren tidak boleh dilakukan secara serampangan, tetapi juga tidak boleh dibungkam