Dalam sejarah panjang Nahdlatul Ulama, kepemimpinan selalu lahir dari pertemuan antara kebutuhan zaman, tradisi keilmuan, pengalaman organisasi, dan kemampuan membaca perubahan sosial.
Politisi asal pesantren Banyuwangi, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., mendorong masyarakat Bondowoso memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Dalam sosialisasi di Graha NU Bondowoso, ia menyoroti rendahnya pemanfaatan CKG serta pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui budaya hidup sehat dan pemeriksaan preventif.
Bangkalan - Perhelatan Muktamar 35 NU yang akan dilaksanakan di PP. Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang bakal dimuliakan dengan kehadiran ratusan turots Ulama Nusantara. Nahdlatut Turots (NT) bakal menggelar pameran khusus memperkenalkan aneka manuskrip pesantren dan turots ulama Nusantara.
JAKARTA — Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU mempersembahkan ajang Festival Film Santri Nasional 2026 dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Ajang ini menjadi wadah bagi para santri untuk menuangkan kreativitas dan cerita menarik seputar kehidupan pesantren melalui karya film.
Tangerang, 1 Agustus 2026 - Kalangan syuriyah dan pengasuh pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Tangerang mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pesantren. Dorongan tersebut menjadi salah satu rekomendasi utama dalam Halaqah Syuriyah dan Pengasuh Pesantren NU yang digelar di Pondok Pesantren Al Mubarok, Tangerang, Sabtu (1/8/2026).
"Yang paling cepat meninggalkan manusia bukanlah usia, melainkan kekuasaan." Ada ironi yang terus berulang dalam sejarah manusia. Ketika seseorang memperoleh jabatan, dunia seakan berubah mengelilinginya. Pintu-pintu yang dahulu tertutup mendadak terbuka. Orang-orang yang sebelumnya menjaga jarak tiba-tiba menjadi akrab.
Bharaka, seorang pemuda yang terpaksa masuk pesantren karena dilarang ibunya menjadi tentara. Ia harus belajar mengalahkan egonya, menghadapi kegagalan, dan menyelaraskan nilai kesantrian agar bisa meraih restu ibu serta mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. "Tidak semua jalan menuju cita-cita harus ditempuh dengan melawan. Terkadang, jalan itu justru ditemukan lewat ketaatan."
Mengapa, ketika seseorang akhirnya berhasil, justru wajah orang-orang yang dulu meremehkannya kembali terlintas dalam ingatan?" Barangkali hampir setiap orang pernah mengalami hal ini. Ketika cita-cita yang dahulu terasa mustahil akhirnya tercapai, atau ketika kehidupan mulai berubah menjadi lebih baik, tiba-tiba ingatan membawa kita kembali pada masa ketika diremehkan, ditolak.