Viralnya peristiwa seorang kepala sekolah yang menampar siswanya karena merokok di lingkungan sekolah memperlihatkan dua penyakit sosial sekaligus: merosotnya disiplin murid dan cepatnya publik menghakimi guru. Satu sisi yang salah sudah jelas—seorang siswa melanggar aturan moral dan hukum sekolah—namun yang disorot justru guru yang menegur keras.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat santri di berbagai pelosok tanah air kembali dibuat gusar oleh tayangan salah satu program televisi di Trans7 yang dianggap menghina dunia pesantren. Dalam segmen yang dimaksud, muncul representasi pesantren yang dilecehkan melalui candaan berbau stereotip dan pelecehan moral. Reaksi keras pun datang dari berbagai kalangan: para kiai, alumni pondok pesantre
Program berita hiburan "Xpose Uncensored" yang tayang di Trans7 pada Senin, 13 Oktober 2025, memicu gelombang kemarahan publik, khususnya dari kalangan santri dan alumni pesantren.
Melalui Ordonansi 1905, setiap guru agama (kiai) wajib meminta dan mendapatkan izin mengajar dari pemerintah kolonial. Kiai juga wajib menyerahkan daftar murid, materi ajar, hingga membiarkan rumahnya diperiksa.
Bangunan mushala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin sore, 29 September 2025, ketika ratusan santri tengah menunaikan salat Asar. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiang pondasi tak mampu menahan beban pengecoran lantai empat. Puluhan santri luka-luka, beberapa meninggal, dan puluhan lainnya sempat tertimbun reruntuhan.
Program Bimbingan Perkawinan yang diselenggarakan Kantor Urusan Agama (KUA) di banyak daerah Nusantara kini kerap dihiasi “Tepuk Sakinah”: seruan kompak “berpasangan-berpasangan… dan seterusnya!” disertai tepukan berirama. Di mata sebagian masyarakat apalagi Gen Z sekarang, itu sekadar pemecah kebekuan tapia ada juga yang masih kaku sehingga malu untuk melakukan.
Malaikat diciptakan Allah Swt. dengan berbagai tugas untuk menjalankan ketetapan Allah Swt. di dunia. Banyak riwayat dan cerita yang sudah populer di masyarakat tentang malaikat, baik nama-namanya dan juga tugasnya masing-masing. Salah satunya adanya malaikat yang berada di pundak kanan dan kiri setiap insan. Lalu apakah benar riwayat itu benar?
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, menghadirkan pendekatan yang menyejukkan: amaliyah NU bukanlah hasil rekaan belaka, melainkan berakar kuat pada dalil-dalil shahih, dengan cara pembacaan induktif yang diajarkan ulama.
Ketika Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan kembali bersepakat melakukan skema burden sharing dengan realisasi Rp200 triliun untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, banyak pihak terkejut, khawatir, bahkan ada yang langsung mengaitkannya dengan ancaman inflasi. Namun, bagi saya, hal ini sama sekali tidak mengejutkan. Mengapa? Karena pada akhirnya, semua pihak memang butu