kunci kesuksesan studi

Pendidikan adalah investasi masa depan. Barang siapa yang sukses masa depan salah satu upaya yang terbaik adalah studi. Studi bukan sekedar formalitas, tetapi studi yang sebenarnya. Karenanya kita perlu hindari dari studi hanya untuk pencitraan diri. Studi harus benar-benar berakhir dengan suatu keberhasilan. Yang tidak hanya ditandai dengan selesai saja, melainkan menguasai bidang ilmunya, dan menjadi insan terdidik dan beradab.

Kita sama-sama memaklumi bahwa tidak sedikit yang masuk kuliah dengan mudah, di prodi favorit, di perguruan tinggi yang hebat juga. Namun setelah masuk, tidak kuat menghadapi ujian hidup, sehingga tidak bisa mengikuti kuliah dengan benar, yang akhirnya gagal studi dengan drop out, atau berakhir dengan hasil yang jauh dari memuaskan. Tidak hanya prestasi yang medioker, tetapi juga tidak mandiri, dan moralitasnya kurang terpuji. Fenomena ini tentu harus kita hindari dari kehidupan kita. Hal ini bisa terjadi dan terwujud jika kita tunjukkan niat yang baik sejak dari hari-hari pertama dalam studi dan dilanjutkan dengan komitmen yang tinggi.

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan dapat diupayakan sebagai kunci untuk sukses. Pertama, memiliki program studi sesuai dengan bakat, minat, dan passion serta prospeknya. Hal ini akan membuat mudah untuk bisa bersungguh-sungguh dalam belajar. Antusiasme belajar bisa tinggi. Belajar menjadi menyenangkan, sehingga tercipta totalitas belajar. Segala agenda pembelajaran dapat diikuti dengan benar, karena ada kemampuan yang diharapkan bisa menopang seluruh aktivitas studi.

Kedua, sukses masuk dan sukses keluar. Artinya bahwa kesuksesan untuk bisa diterima belajar, harus dilanjutkan dengan sukses studinya. Tidak sedikit yang sukses masuk kuliah, tetapi tidak berakhir dengan mudah, bahkan berakhir hingga habis masa studi dengan hasil yang kurang baik, bahkan berakhir dengan drop out. Karena itu sejak dari awal perlu target yang jelas dengan upaya yang serius, sehingga bisa berakhir tepat waktu dengan hasil yang terbaik.

Baca Juga:  Pesantren Al-Arfiyyah dan Pendidikan Karakter Santri

Ketiga, memiliki dan menunjukkan kecerdasan spiritual (imtak dan akhlak mulia) yang mantap. Kecakapan akademik yang unggul baru berarti sekali jika dilengkapi dengan kecerdasan spiritualnya. Karena itu mahasiswa perlu juga diarahkan untuk menyempurnakan dirinya dengan kecerdasan spiritual yang sangat berarti dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Menjadi insan terdidik, beradab dan berkarakter serta berintegritas.

Keempat, manajemen waktu yang baik. Manajemen waktu selama studi perlu dilakukan dengan baik dan disiplin. Kegiatan-kegiatan utama perkuliahan perlu dijaga dengan baik yang harus menjadi prioritas. Tidak boleh dikalahkan oleh kegiatan lain. Memulai kegiatan dengan baik dan bertahan hingga akhir jadwal dengan perhatian yang penuh. Waktu belajar efektif harus terus dijaga. Jadwal kegiatan penunjang dan kegiatan ekstra kurikuler perlu juga disiapkan, sehingga bisa menambah kecakapan dan pengalaman lain yang terkait. Bahkan perlu juga penjadwalan untuk mengisi waktu luang dengan refreshing baik secara fisikal maupun spiritual, sehingga keseimbangan (equilibrium) diri tetap terjaga.

Kelima, Komitmen terhadap tugas. Selama studi selalu ada tugas yang harus diselesaikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perkuliahan. Tidak seharusnya tugas dituntaskan di ujung semester, tetapi seharusnya dijadwal penyelesainnya secara periodik. Bisa setiap seminggu atau dua minggu untuk setiap tugasnya. Topik dan bentuk tugas sebaiknya sedapat mungkin disesuaikan dengan tema penelitian. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlalui. Dengan begitu bisa menyiapkan materi-materi yang diperlukan untuk penulisan tugas akhir.

Keenam, menguasai kecakapan belajar abad ke-21. Untuk sukses studi di abad ke-21 sangat membutuhkan kecakapan belajar, yang terdiri atas Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi dan Kolaborasi. Selama studi perlu membiasakan diri berpikir evaluatif dan kritis, yang tidak hanya melihat ada persoalan tetapi memberikan alternatif solusi, sehingga berkembang pikiran konstruktifnya. Berpikir divergen dan berpikir lateral perlu dikuasai, karena kemampuan ini dapat menjunjung kreativitas. Karena belajar saat ini untuk bekal hidup pada zaman dan generasi mendatang. Untuk itu perlu latihan berpikir beda, bukan berpikir sama, atau berpikir konformis. Kecakapan berkomunikasi verbal dan non verbal, juga komunikasi secara lisan dan tertulis sangat diperlukan untuk ekspresikan ide. Demikian pula kemampuan bahasa internasional sangat diperlukan, baik untuk kepentingan berbahasa reseptif maupun ekspresif, utamanya dalam menghadapi tantangan hidup di era global. Kolaborasi kini dan mendatang sangatlah penting. Apalagi individual intelligences sekarang sudah digeser oleh collective intelligences. Begitu semakin kompleksnya persoalan, kini pendekatan multidisipliner, Interdisipliner dan transdispliner lebih efektif daripada pendekatan monodisipliner. Dengan begitu Kolaborasi sangat diperlukan dalam kehidupan saat ini dan mendatang.

Baca Juga:  Ki Hadjar Dewantara dan Pesantren

Ketujuh, memiliki kecakapan manajemen diri. Saat ini kehidupan tidaklah bertumpu sekali pada kecakapan akademik. Justru banyak riset memberikan bukti bahwa kecerdasan emosional sangat penting. Kemampuan pengendalian diri, disiplin, kejujuran, dan kemandirian berkontribusi lebih besar daripada kecakapan akademik dalam meraih sukses. Karena itu dalam pembelajaran, diharapkan sekali pendidik, di samping berorientasi untuk raih instructional effect, juga dalam waktu bersamaan perlu targetkan raih nurturant effect.

Kedelapan, perlunya kecakapan sosial dan kepemimpinan. Saat ini menjadi mahasiswa, esuk hari menjadi pemimpin. Seorang terdidik harus siap menjadi khalifah di atas bumi. Untuk itu perlu kecakapan sosial dan kepemimpinan. Agar menjadi khalifah yang profesional, bertanggung jawab dan melayani, maka perlu sekali selama proses pendidikan mengkondisikan diri dengan keterampilan sosial dan kepemimpinan melalui aktif dalam berorganisasi di dalam berbagai setting. Dengan kecakapan sosial dan kepemimpinan yang baik diharapkan bisa memainkan peran kekhalifahan secara optimal.

Kesembilan, kemampuan literasi digital. Saat ini di semua ruang kehidupan sangat diwarnai dengan kehidupan berbasis digital. Baik dalam konteks kehidupan informal maupun formal, baik dalam konteks kehidupan domistik maupun kehidupan publik. Terlebih-lebih di dunia pendidikan yang belakangan ini terjadi perubahan yang sangat drastis dengan munculnya kenormalan baru. Proses pendidikan sangat bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital. Karena itu akselerasi penguasaan hardware dan software teknologi informasi menjadi kebutuhan semua.

Akhirnya kita sangat menyadari bahwa kesuksesan studi itu sangat penting dan berarti dalam kehidupan. Namun kesuksesan studi itu sebenarnya bukanlah segala-galanya. Kesuksesan studi perlu dilanjutkan dengan kesuksesan karir. Yang selanjutnya juga perlu disempurnakan dengan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun akhirat. Sukses di semua setting itu ideal sekali, tetapi tetap itu hak kita, yang perlu diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Minimal kita mulai dengan sukses studi dulu. Sukses yang perlu diperjuangkan dengan mengikuti kunci-kunci sukses. Memang untuk mengimplementasikan kunci sukses tidaklah mudah. Sesulit apapun asal ada niat dan kesungguhan, insya Allah akan bisa diwujudkan. Semoga. [HW]

Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Beliau adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menjabat Rektor Universitas Negeri Yogyakarta untuk periode 2009-2017, Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019, Ketua Umum Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) periode 2011-2016, dan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY masa bakti 2011-2016

    Rekomendasi

    Hikmah

    Menjadi Mulia

    Beberapa hari terakhir ini banyak berseliweran komentar pedas atas dikuasainya siaran televisi umum ...

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini