JOMBANG - Sedikitnya seribu warga nahdliyin mendatangi kantor MWCNU Diwek, Selasa (1/9). Mereka menghadiri pengajian rutin Selasa Legi. Bahkan tidak sedikit jamaah yang duduk di pinggir ruas jalan provinsi yang menghubungkan Jombang-Malang.
Tampak hadir sebagai tamu undangan rombongan PCNU Jombang yang dipimpin langsung KH Fahmi Amrullah Hadziq. Di antaranya KH Ahmad Nurul Fuad (Wakil Ketua) dan Kiai Abdul Malik (Wakil Sekretaris). Termasuk jajaran syuriah dan tanfidziyah MWCNU Diwek.
KH Fahmi Amrullah Hadziq mengajak hadirin untuk selalu bersyukur. "Pertama karena kita menjadi umatnya Kanjeng Nabi Muhammad," ujar Pengasuh Pondok Tebuireng Putri ini.
Kiai akrab disapa Gus Fahmi ini menambahkan syukur itu juga karena warga nahdliyin menjadi orang lndonesia. "Sehingga kita bebas maulidan dan amaliyah Aswaja lainnya," imbuhnya.
"Apalagi kita dijadikan sebagai warga NU, karena mu'assis NU sebenarnya selalu hadir di setiap acara dan kegiatan NU," imbuhnya. Puncaknya setelah kemarin Muktamar NU digelar di Tambakberas Jombang.
Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Soleh, dengan mengutip isi kitab At-Tahdzib, menegaskan hal serupa. "Di negara sini kita bebas menjalankan ajaran lslam, salah satunya beriktikaf di masjid," ujarnya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Mu'tashim Billah memotivasi hadirin untuk terus menimba ilmu. "Orang beriman pasti akan terus menuntut ilmu, karena ilmu bisa meningkatkan ketakwaan seseorang," ujarnya.
Dia juga mengajak warga NU untuk terus menyeimbangkan kehidupan. "Tidak hanya urusan dunia saja, tapi yang jauh lebih penting adalah urusan akhirat," tandasnya.
Kehidupan dunia, lanjutnya, juga pasti diselingi ujian. "Maka kita harus bersabar dalam menghadapi ujian dunia, karena itu bersifat sementara," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin KH Said Ridwan. Selama kegiatan berlangsung, para hadirin mengikuti acara dengan khusyu dan tertib. (muk)