Press ESC to close

Menko Muhaimin Iskandar Ingatkan Lulusan UNIB: Ijazah Saja Tak Cukup Hadapi Perubahan Zaman

Situbondo, (Pesantren.Id) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Dr. (HC). H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., mengingatkan para lulusan Universitas Ibrahimy (UNIB) untuk mempersiapkan diri menghadapi fase baru setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Pesan tersebut disampaikan Muhaimin saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-35 Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Selasa (22/9/2026).

Wisuda ke-35 UNIB berlangsung selama dua hari, 21-22 September 2026, dengan jumlah keseluruhan 1.053 wisudawan dan wisudawati dari 25 program studi pada berbagai jenjang pendidikan.

Dalam orasi ilmiahnya, Muhaimin menekankan bahwa momentum wisuda merupakan pintu masuk menuju tahapan perjuangan berikutnya. Para lulusan akan menghadapi dinamika yang membutuhkan kesiapan, bukan hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga sikap dan kedisiplinan.

“Selamat memasuki perjuangan baru yang penuh dengan tantangan dan dinamika yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, tantangan baru ini harus benar-benar disadari sepenuhnya berdasarkan modal yang telah kalian miliki selama belajar di Universitas Ibrahimy. Tantangan yang kita hadapi hari ini adalah tantangan yang tidaklah mudah, membutuhkan kesungguhan, keseriusan dan disiplin yang tinggi untuk tetap istikamah, konsisten dan berpijak pada seluruh ajaran dan nilai-nilai serta ilmu pengetahuan yang telah adik-adik dapatkan selama belajar dan menjadi mahasiswa disini“.

Muhaimin juga menempatkan pengalaman selama menjalani pendidikan di Universitas Ibrahimy sebagai bagian dari bekal yang dapat dibawa para lulusan ketika memasuki kehidupan setelah kampus.

Bekal tersebut tidak hanya berupa pengetahuan akademik, tetapi juga ajaran, nilai-nilai, serta pengalaman pendidikan yang telah diperoleh selama menjadi mahasiswa.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan karakter Universitas Ibrahimy yang tumbuh dari lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Tradisi keilmuan pesantren menjadi salah satu bagian dari proses pendidikan yang dijalani para mahasiswa sebelum memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

Rangkaian wisuda turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Kabid Dikti Dr. Minhaji, M.Pd.I., Rektor UNIB Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., jajaran wakil rektor, serta guru besar.

Hadir pula Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, SH.I., Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., dan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I.

Sebelum Muhaimin memberikan orasi ilmiah pada hari kedua, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hj. Arifah Fauzi telah memberikan orasi ilmiah pada rangkaian wisuda hari pertama, Senin (21/9/2026).

Sementara itu, Rektor UNIB Dr. H. Khoirul Anwar menegaskan bahwa Universitas Ibrahimy terus membawa tradisi pesantren sebagai fondasi dalam pengembangan pendidikan.

“Universitas Ibrahimy lahir dari rahim tradisi pesantren yang kokoh, berakar pada khidmah, kejujuran, keikhlasan, kedisiplinan dan kedalaman spiritual para kiai dan ulama, kiai Syamsul Arifin, kiai As'ad, kiai Ahmad Fawaid As'ad. Dari bilik-bilik pesantren sederhana inilah spirit keilmuan ditanamkan dan dirawat dari generasi ke generasi menjadi paku bumi yang kokoh dan tidak goyah oleh perubahan zaman.”

Rektor juga menyampaikan arah pengembangan UNIB yang memadukan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan sains dan teknologi.

“Kini Universita Ibrahimy tidak hanya menyanggah warisan leluhur tersebut tetapi juga melangkah dan menatap masa depan sebagai mercusuar peradaban islam dengan semangat menyinergikan kedalaman ilmu keislaman Tafaqquh fiddin dan penguasaan sains dan teknologi.”

Pesan Muhaimin dalam wisuda ke-35 tersebut pada akhirnya mengarah pada satu hal yang harus dibawa para lulusan setelah meninggalkan bangku kuliah: kesiapan menghadapi dinamika kehidupan dengan tetap berpegang pada ilmu, nilai, kedisiplinan, konsistensi dan pengalaman pendidikan yang telah diperoleh di Universitas Ibrahimy.

Rifky Gimnastiar

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Aktif di lingkungan Organisasi Nahdlatul Ulama' (NU), Ikatan Santri Alumni Salafiyah-Syafi'iyah (IKSASS), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aktivitasnya banyak mewarnai dunia pesantren, gerakan kemahasiswaan, kehidupan masyarakat, dan pengabdian kepada umat, sembari menekuni bidang akademik dan pers.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Wisuda ke-35 UNIB, KHR. Achmad Azaim Ibrahimy Titip Pesan: Jangan Tinggalkan Tawassul Batin
Rektor UNIB Tekankan Sinergi Tafaqquh Fiddin dan Sains Teknologi di Wisuda XXXV
Mentri PPA Tekankan Amanah Ilmu dan Kepedulian Sosial Kepada 1.053 Wisudawan XXXV Universitas Ibrahimy
Drs. Miftakhul Bakhri Terpilih Aklamasi Pimpin PC Pergunu Kabupaten Bantul Masa Khidmat 2026–2031

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.