Implementasi Akidah Akhlak dalam Menggunakan Media Sosial Bagi Remaja

Kemajuan media digital yang begitu pesat membuat masyarakat semakin antusias dalam memanfaaatkan waktu luangnya untuk berinteraksi di media sosial. Penggunaan teknologi gadget yang terus berkembang berdampak pada proses konversi antara teknologi informasi, media dan komunikasi, sehingga pada akhirnya melahirkan sarana baru yang dikenal dengan internet. Kemudian internet berevolusi kembali dengan mengonversi media sosial seperti aplikasi whatsapp, instagram, twitter, telegram atau tik tok.

Perkembangan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat terutama dikalangan remaja. Pesatnya perkembangan media digital di Indonesia pastinya memiliki kekurangan dan kelebihan bagi pengguna media sosial. Dapat merugikannya apabila tidak bijak dalam penggunaan media sosial, Namun apabila dapat memanfaatkan media sosial dengan baik maka akan mendapatkan keuntungannya seperti menambah wawasan, memudahkan dalam berkomunikasi,dan guru dapat menjadikan media sosial sebagai media pembelajran.

Permasalahan penyalah gunaan media sosial sering terjadi dikalangan remaja karena fase remaja adalah masa dimana gejolak semangat membara. Namun, mereka seringkali memiliki prinsip tampil beda dari orang lain untuk menampilkan eksistensinya sehingga sangat rentan terpengaruhi untuk mengekspos berita palsu, kata-kata buruk, saling menghina, atau sharing konten-konten yang tidak ada manfaatnya tanpa disadar bahwa hal itu dapat membahayakan.

Oleh karena itu dengan adanya permasalahan tersebut kita mengontrol penggunaan media sosial kita dengan mengimplementasikan pembelajran akidah akhlak dimana kita belajar tentang keimanan dan adab-adab bersosialisasi dengan orang lain.

Beradasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas tujuan pembuatan artikel ini yaitu menjelaskan bagaimana implementasi pembelajaran akidah akhlak dalam penggunaan media sosial di kalangan remaja.

Implementasi Akidah Akhlak

Implementasi menurut bahasa adalah penerapan atau pelaksanaan sedangkan menurut istilah implementasi adalah kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata, dalam rangka mencapai tujuan yang dilakukan setelah sesuatu kebijakan ditetapkan, sehingga akan memiliki nila.

Sebagai umat islam akidah itu merupakan ajaran yang paling penting yang harus di ketahui setiap muslim karena akidah adalah keyakinan terhadap ketuhanan yang di dalamnya membahas tentang keimanan dan ketakwaan seseorang. Oleh karena itu Akidah penting untuk di ajarkan kepada siswa baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat bahkan di sosial media. Apabila akidah sudah tertanam dengan kuat di dalam hati seseorang maka akan terciptanya perilaku postif yang damai,tentram dan penuh akan nilai-nilai kehidupan Islami. Namun jika ketidak berhasilan dalam menanamkan nilai -nilai akidah di dalam kehidupannya dapat menimbulkan dampak buruk yang dapat mempengaruhi dirinya sendiri bahkan berdampak ke kehidupan Masyarakat karena dengan lemahnya akidah seseorang dapat menimbulkan perilakuperilaku yang menyeleweng dari ajaran islam bahkan ada yang menentang ajaran islam.

Baca Juga:  Menyikapi Pandemi Covid-19 Sebagai Remaja Muslim di Zaman Digital

Implementasi akidah akhlak pada perilaku remaja dalam menggunakan media sosial dapat dibiasakan dengan memanfaatkan media sosial dengan bijak untuk melatih bersosialisi, memiliki jiwa yang disiplin dan bertanggung jawab dalam setiap perbuatannya. Hal ini dapat berdampak pada karakter peserta didik dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang di perintahkan oleh agama islam dan menghidari laranganlarangan yang telah di tetapkan oleh agama islam.

Pengertian Media sosial

Media sosial adalah sarana yang dimanfaatkan untuk bersosialisasi melalui berbagai kegiatan seperti berbagi informasi, teks, gambar,video dan lain sebagainya. Dengan cara ini orang dapat bersosialisai dengan orang lain dalam media sosial yang terhubung melalui jaringan internet. Adanya media sosial ini orang dapat bersosialisasi dengan orang lain tanpa harus bertemu langsung.

Implementasi akidah akhlak dalam menggunakan sosial media

a. Memanajemen waktu tidak berlebihan dalam menggunakan media sosial.

Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak pada moralitas seseorang kepada Allah, karena terlalu banyak menghabiskan waktu mengakses media sosial dapat mengakibatkan penundaan atau bahkan penghindaran terhadap aktivitas positif yang seharusnya dilakukan. Contohnya seperti ketika adzan berkumandang mengabaikannya karena masih sibuk menggunakan media sosial. Sehingga tetap melanjutakan kegiatannya dalam mengakses sosial media dan menunda sholat.

Melakukan kegiatan yang sia-sia atau tidak bermanfaat maka akan sangat berdampak negatif. Oleh karena itu dalam islam melarang umatnya menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.Terutama di usia remaja karena waktu remaja itu sangat berpengaruh apabila dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya, dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif yang dapat menambah pengetahuannya dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Hal ini dapat tercapai baik dengan membaca buku atau melakukan kegiatan beribadah seperti sholat tepat waktu, membaca al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah Swt. Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surat Al-Ashr yang menjelaskan tentang kerugian menyianyiakan waktu.

Baca Juga:  Sering Self Healing, termasuk Perilaku Isyrof?

Artinya: “Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-Ashr [103]: 1-3).

Dari ayat tersebut dijelaskan bahwasannya islam sangat menganjurkan untuk menghindar kegiatan yang berdampak negatif. Ajaran islam menekankan pentingnya memanajemen waktu secara efektif dan menghiasi diri dengan kegiatan-kegiatan yang di ridhoi Allah Swt.

b. Menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menebarkan kebaikan.

Kita dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran kebaikan dengan cara melalui tulisan, memposting video-video ceramah, menyambung silaturahmi antar umat beragama, dan aktivitas positif lainnya. Sebaiknya hindari penggunaan media sosial untuk mencari konflik, menghina, atau merasa dengki.

Informasi yang diposting di media sosial mencerminkan karakter dan moralitas penulisnya. Mereka yang bertujuan menyebarkan manfaat melalui tulisan dan memiliki pemahaman yang luas tidak akan terburu-buru dalam membagikan berita. Pahala akan mengalir bagi setiap konten yang bermanfaat dan berlandasan pada nilai-nilai Islam. Seperti lebah yang hanya mencari madu, ketika naluri kebaikan mengemuka, kita tidak akan tertarik untuk menyebarkan konten yang dapat menimbulkan fitnah.

c. Menyampaikan informasi benar dan bermanfaat.

Menyampaikan informasi yang benar berarti menerapkan perilaku jujur yang dibuktikan dengan fakta yang sesuai. Tidak ada pemalsuan atau manipulasi fakta, dan menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi tertentu di media sosial yang belum terverifikasi kebenaran dan faktanya secara pasti. Ketika ingin menyampaikan informasi tertentu penting untuk memiliki ilmu. Karena dengan
memiliki ilmu seseorang dapat lebih bijak dalam menyampaikan informasi yang
diperoleh.

d. Berhati-hati ketika menggunakan media sosial dengan mengingat hisab atas segala perbuatan.

Baca Juga:  Kisah Perdebatan Akidah antara Izzuddin Bin Abdissalam dan Sultan Asyraf

Memahami bahwasanya semua kegiatan atau perilaku yang kita lakukan pasti besok di akhirat di pertanggung jawabkan. Oleh karena itu dengan kesadaran tersebut dapat dijadikan sebagai pengontrol kita dalam mengendalikan perilaku. Di akhirat kelak akan menjadikan kita menyadari betapa terbatasnya masa hidup yang kita miliki di dunia. Perhitungan baik dan buruk akan menentukan nasib kita di akhirat antara surga atau neraka. Dengan demikian kita seharusnya selalu menyadari konsekuensi dari tindakan kita, termasuk saat berinteraksi di media sosial, karena setiap tindakan di sana akan menjadi rekaman yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Media sosial adalah sebuah alat yang digunakan berinteraksi dan bersosialisasi secara online di dunia maya atau internet. Pengaruhnya di zaman modern saat ini jauh lebih besar dari yang terlihat, banyak penyimpangan yang terjadi dalam penggunaannya, mulai dari orang tua hingga anak-anak terutama pada remaja pada zaman sekarang. Ada yang memanfaatkannya untuk mencari penghasilan, mencari informasi, atau hanya sekedar mengikuti tren. Penggunaan media sosial dapat mempengaruhi perilaku seseorang, sehingga sebagian orang mungkin akan melalaikan urusan agama dan lebih fokus pada media sosial. Dalam pandangan Islam, penggunaan media sosial tidak dilarang selama sesuai dengan syariat Islam, tidak menyebarkan berita bohong, atau untuk tujuan menipu. Media sosial seharusnya dapat memperkuat ketaatan kita kepada Allah, karena di dalamnya juga terdapat banyak tausiyah dan ajaran Islam yang dapat meningkatkan pemahaman agama kita.

Media sosial seharusnya dipergunakan untuk kebaikan, bukan untuk hal-hal yang buruk yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa. Khususnya bagi remaja dan anak-anak, mereka harus dapat mengatur waktu dengan bijak agar tidak membuang-buang waktu. Pengguna media sosial juga harus berhati-hati dan menahan diri dari perilaku negatif seperti mencela, menghina, atau mencemarkan nama baik orang lain yang dapat menimbulkan konflik dan permusuhan di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan media sosial dengan bijak agar kita terhindar dari dosa. []

Iqlima Nia Ayu Pawestri
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini