Press ESC to close

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah

BANYUWANGI - Keluarga besar dunia pesantren Nahdlatul Ulama berduka. KH. Chisni Umar Burhan Gresik meninggal dunia Rabu (15/4). 

Founder Komunitas Pegon Ayung Notonegoro menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sang penjaga arsip-arsip sejarah NU peninggalan ayahandanya, KH. Umar Burhan.

“Kami turut berduka ketika mendengar kabar wafatnya Kiai Chisni. Kegigihan beliau menjaga arsip-arsip NU yang sarat nilai sejarah menjadi kontribusi penting untuk memastikan akurasi historis organisasi yang sudah satu abad ini,” ungkap Ayung, Kamis (16/4).

Ayung mengaku banyak berinteraksi dengan Kiai Chisni. Lebih dari tiga kali founder Komunitas Pegon yang memiliki konsen untuk meneliti, mendokumentasi dan mempublikasi khazanah sejarah NU dan pesantren itu berkunjung ke kediamannya di Gresik. Juga beberapa kali satu forum untuk membincangkan sejarah NU.

“Meski sudah sepuh, beliau masih memiliki semangat yang luar biasa untuk melestarikan sumber primer sejarah NU,” kenang Ayung.

Ayung menceritakan pertemuan pertamanya dengan Kiai Chisni. Ia begitu selektif dan ketat dalam menjaga arsip-arsip NU yang ditinggalkan mendiang ayahnya. Tidak sembarangan orang yang bisa mengakses koleksi yang langka dan rentan dimakan usia itu. 

“Ada syaratnya, harus memiliki pengantar resmi dari kepengurusan Nahdlatul Ulama,” ceritanya.

Konon, cerita Ayung, prasyarat adanya rekomendasi resmi itu bermula dari KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Semasa menjadi Ketua Umum PBNU, ia sering memberikan rekomendasi tertulis bagi para peneliti untuk meriset arsip di kediaman Kiai Chisni. Sedari itulah, setiap orang yang akan mengakses arsip harus memiliki surat rekom dari kepengurusan NU.

“Bagi sebagian orang ini mungkin menyusahkan. Tapi, ini penting sebagai upaya untuk menjaga keutuhan arsip. Selain langka dan rapuh, juga harus dipastikan arsip bisa dipahami dengan benar. Jangan sampai arsip NU kemudian disalahpahami dan ditafsirkan sekehendak hati demi kepentingan tertentu,” pungkasnya. (*)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat
Gandeng RMI PWNU Jateng, BSI Maslahat Resmi Gulirkan Inisiatif Wakaf Uang

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.