BLITAR - Sebagai lembaga pendidikan, pesantren sudah sewajarnya menguasai bahasa Arab. lni karena kitab suci dan kitab-kitab khazanah Islam mayoritas berbahasa Arab. Namun di pesantren bahasa Arab masih dianggap sulit dan butuh waktu lama untuk dikuasai.
Itu yang hendak dijawab oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar dengan menggelar pelatihan bahasa Arab memakai Metode Alam, Sabtu-Minggu (23-24/5). Kegiatan digelar di Minihall Kemenag Kota Blitar.
Para peserta berasal dari aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Kemenag Kota Blitar. Baik para penyuluh, kepala KUA, kepala seksi (kasi), kasubag maupun staf Kemenag Kota Blitar.
Hadir sebagai narasumber Prof. (HC) Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syah. Kepala Kemenag Kota Blitar Dr Muhammad Kanzul Fathon juga hadir bersama jajaran.
"Alhamdulillah, dua hari ini kita belajar materi yang sangat luar biasa," ujar Fathoni. "Ini bisa membuka cakrawala berpikir kita tentang kedalaman al-Qur'an," imbuhnya.
Dia menambahkan para peserta senang mengikuti kegiatan ini. "Mereka kelihatan enjoy dan paling utama progres teman-teman yang selama ini masih kesulitan memahami bahasa Arab," ujarnya.
Saat menyampaikan materi, Prof. Alam menegaskan pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan oleh Kemenag Kota Blitar. "Karena memahami bahasa Arab adalah kunci utama seorang pegawai memahami ilmu agama," ujarnya.
Hanya saja, lanjutnya, untuk memahami kaidah bahasa Arab ini bukan hal mudah. "Hal ini tentu dirasakan oleh banyak orang dimanapun mereka berada, selain membutuhkan waktu yang sangat lama karena materi yang sangat banyak, para peserta juga harus berperang dengan perasaan jenuh karena susahnya memahami kaidah bahasa Arab," imbuhnya.
Dengan Metode Alam, imbuhnya, bahasa Arab bisa dikuasai dalam waktu dua hari saja. "Mitos bahwa belajar bahasa Arab itu adalah momok bagi setiap santri tersebut dapat dipatahkan," jelasnya.
Dalam waktu singkat dan suasana yang begitu menyenangkan, menurutnya para santri mampu memahami kaidah bahasa Arab dengan sangat baik.
Metode Alam yang disusunnya ini begitu efektif dan nyata dalam mengajarkan cara memahami nahwu dengan waktu yang sangat singkat.
"Sehingga bisa menjadi alternatif metode belajar kaidah bahasa Arab," imbuhnya. Metode Alam, jelasnya, adalah singkatan dari Ajaib, Lugas, Asyik dan Mudah.
M Agus Salim, Kasubag TU Kemenag Kota Blitar, menambahkan apresiasi atas materi yang disampaikan Prof Alam. "Pantas beliau mendapatkan gelar profesor, karena memang berhasil menyusun metode yang menghilangkan semua momok dan kesusahan dalam belajar bahasa Arab menjadi mudah dan menyenangkan," ujarnya. (muk)