Terjadi penerimaan tren dari masyarakat terkait dengan pernikahan intim (intimate wedding) yaitu resepsi pernikahan dengan skala kecil yang mengundang keluarga dan kerabat dekat sehingga menghemat pengeluaran. Pertanyaanya adalah bagaimana Islam menyikapi tren ini?
Dalam era di mana suara kerap diperebutkan sebagai alat eksistensi, mungkin yang paling radikal justru adalah kemampuan untuk diam, mendengar, dan memberi ruang bagi yang lain untuk bersuara.