Press ESC to close

Asesmen Lapangan: STIS Nurul Qarnain Siap Bertransformasi Menjadi Institut

Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain Jember resmi menggelar asesmen lapangan sebagai langkah awal alih bentuk menuju Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA). Kegiatan yang digelar di Meeting Room lantai 1 STIS Nurul Qarnain ini mengusung format hybrid, diikuti civitas akademika, pengasuh pondok, serta perwakilan Kementerian Agama RI. Jember, (23/10/2025). 

Tim asesor dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, yakni Dr. Asro’i, M.Pd. dan Dr. Ahmad Mahfudz Arsyad, M.Ag., melakukan peninjauan, evaluasi, dan verifikasi menyeluruh terhadap aspek akademik dan kelembagaan. Semua dilakukan sebagai bagian dari proses formal alih status STIS menjadi institut yang diharapkan bisa menjadi pusat peradaban Islam modern berbasis pesantren.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, menekankan tiga poin krusial: pertama, apresiasi atas kontribusi STIS Nurul Qarnain dalam mencetak generasi intelektual muslim; kedua, menegaskan bahwa pesantren adalah benteng peradaban Islam masa depan yang harus mampu menghadapi dinamika zaman; dan ketiga, pesan agar tradisi kitab kuning tetap menjadi sumber ilmu utama, karena di sanalah kekayaan intelektual Islam klasik tersimpan.

Sementara itu, Dr. Ahmad Mahfudz Arsyad, M.Ag. memberikan catatan strategis dan rekomendasi perbaikan untuk mendukung kelancaran alih bentuk STIS. Ia memuji keseriusan tim Nurul Qarnain dalam mempersiapkan dokumen dan bukti pendukung sesuai standar penilaian Kemenag.

Di sisi lain, Ketua STIS Nurul Qarnain, Dr. Bachrul Ulum, M.H.I., mewakili yayasan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. “Alhamdulillah, asesmen ini berjalan lancar. Terima kasih kepada civitas akademika, yayasan, dan khususnya tim asesor Kemenag atas arahan dan bimbingannya. Semoga proses alih bentuk ini menjadi lompatan besar bagi kemajuan pendidikan Islam di Nurul Qarnain,” ujarnya penuh keyakinan.

 

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara dan doa bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, memohon keberkahan dan kelancaran dalam perjalanan transformasi kelembagaan menuju Institut KH Yazid Karimullah. Transformasi ini tidak sekadar administratif, tapi juga simbol komitmen Nurul Qarnain untuk meneguhkan perannya sebagai pusat ilmu Islam yang modern, kreatif, dan tetap berakar pada tradisi pesantren.

Wildan Miftahussurur

Wildan Miftahussurur adalah alumnus mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain Jember sekaligus mahasiswa pascasarjana IAI At Taqwa Bondowoso saat ini. Aktif di dunia akademik dan keagamaan, ia menjadi bagian dari tim editorial Indonesian Journal of Islamic Law serta terlibat dalam berbagai kegiatan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur. Wildan dikenal sebagai penulis muda yang konsisten menyuarakan gagasan

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.