JOMBANG - Bandung Bershalawat dihadiri ribuan jamaah, Sabtu (8/8) malam. Kegiatan digelar di Dusun Bandung Kencur Kecamatan Diwek memperingati HUT Kemerdekaan Ke-81 RI dan maulid nabi Muhammad Saw. malam.
Hadir KH Ahmad Muwafiq dari Yogyakarta memberikan mauidzah hasanah. Tampak juga Kepala Desa Bandung, Camat Diwek, Danramil dan Kapolsek sebagai tamu undangan.
Rangkaian acara dimulai sejak jamaah Isya. Dibuka dengan tahlil dilanjutkan shalawat yang dipimpin Gus Fandi dan Gus Hilmi Tebuireng. Di tengah-tengah acara shalawat, keduanya membagikan doorprize.
KH. Syamsul Qomar, tokoh masyarakat Bandung Kencur, mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran para jamaah. "Mohon maaf bila ada kekurangan dalam acara ini," ujarnya.
Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi, mengapresiasi acara ini. Dia berharap desa Bandung mendapatkan keberkahan dari acara Bandung Bershalawat.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Ahmad Muwafiq mengingatkan para jamaah untuk paham dengan sejarah bangsa ini agar tidak gampang menyalahkan para pendahulu. "Kita ini sudah disesuaikan jamannya, jaman dulu orang kuat-kuat sehingga ditakdir dalam masa perang, sedangkan di masa kita itu tidak terlalu kuat sehingga adanya peringatan. Hal ini sesuai dengan keadaan jaman," ujarnya.
Kiai akrab disapa Gus Muwafiq ini menjelaskan bahwa manusia harus bisa memahami sunnatullah, memahami hukum alam. "Jika hidup di tepi sungai maka siaplah dengan banjirnya, jika hidup di gunung siaplah dengan longsornya, menebangi pohonnya maka siaplah dengan kekurangan airnya," pesannya.
"Betapa hebatnya orang dulu, harta bahkan nyawa dikorbankan. Tapi sekarang, tanah digusur untuk kepentingan yang lebih manfaat malah demo," urainya.
Gus Muwafiq mengajak jamaah untuk bersyukur. " Dengan jarak sejauh ini kita masih mengenal ajaran Nabi Muhammad," ucapnya.
Kiai berambut gondrong ini berpesan agar jamaah sekarang perlu menceritakan sejarah. "Agar kita tahu dan paham bagaimana islam disebarkan di Indonesia dan asal-usul leluhur kita," imbuhnya.
"Agar keberkahan bisa dirasakan manusia, kalau membuat berkatan yang enak agar dimakan oleh orang yang dapat sehingga mendapatkan keberkahan," tambahnya.
Gus Muwafiq mengakhiri ceramahnya dengan menekankan persatuan itu penting,
" Kerakyatan hanya bisa dipimpin dengan hikmat yaitu kebijaksanaan, hikmah itu diraih dengan hati yang bersih," pungkasnya. (ani)