Press ESC to close

11 Santri MA NU TBS Kudus Lolos Studi ke Luar Negeri

KUDUS – Alhamdulillah! Sebanyak 11 santri (murid) MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, berhasil lolos untuk studi lanjut ke luar Negeri. 

Ke-11 santri itu adalah Alfian Rifqi Maulana asal Kudus yang diterima di Universitas Al Ahgaff Yaman; Fachri Akbar Ibrahim (Juwana, Pati) diterima di Gannan Normal University China; serta Ubaidurrohman (Ajung-ajung Jember, Jawa Timur) lolos studi di Ta'limul Atiq melalui beasiswa PBNU.

Selain itu, ada M Faiz Abdillah (Kota Pekalongan) yang lolos di dua universitas sekaligus, yaitu Ta'limul Aly Maroko melalui beasiswa Kemenag serta Universite de Sousse Tunia. 

Di luar santri tersebut, sebanyak tujuh santri memastikan diri untuk meneruskan studi lanjut atau kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. 

Mereka adalah Afiq Madany Kaitsar (Jepara), M Fadhlan Hikam Wihdani (Brebes), M Rasya Prayogo (Piji Dawe Kudus), M Refa Maulana (Pudakpayung, Semarang), Fabian Raffy Wijaya (Babadan, Ponorogo), Ian Syauqi Al-Haq dan M Zulfa Thoriqul Huda (Kuripan, Purwodadi, Grobogan). 

WhatsApp Image 2026-08-02 at 08.24.18

Para santri yang akan meneruskan studi lanjut tersebut dilepas oleh madrasah pada Sabtu (1/8/2026) pagi, bersamaan dengan apel santri (murid) yang digelar, disaksikan masyayikh madrasah, kepala madrasah dan jajaran pimpinan, serta segenap guru. 

K Syafi’i SPdI MPd, kepala MA NU TBS Kudus, pada kesempatan itu berpesan agar para santri bisa menunaikan tugas belajar dengan baik di Negeri rantau. “Tetap jaga sikap tawadlu, dan jangan lupa pada almamater,” ujarnya.

Pada kesempatan itu K Syafi’i juga mendoakan agar para santri diberi kelancaran dan kemudahan dalam studi di Negeri rantau tersebut. “Semoga ilmu yang didapat nanti membawa manfaat dan berkah,” harapnya.

Sementara itu, Irsyad Roxiyul Azmi SSos MPd, mengutarakan, bahwa tidak semua santri MA NU TBS Kudus yang akan studi lanjut ke luar Negeri bisa hadir dalam momentum pengelepasan ini. 

“Selain karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal, tak sedikit santri juga berasal dari daerah yang cukup jauh jangkauannya, seperti dari Jember,” katanya. (*)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Semarakkan Muktamar, Siap Kibarkan 1000 Bendera
Akselerasi Kedaulatan Digital Santri, RMI PBNU dan Alkademi Gelar Beasiswa Santri AI Fellowship Batch #2
Siap Jadi Penginapan Muktamirin, MA-UWH Tambakberas Percantik Lokasi
PBNU-Kemenkes Sepakat Perkuat Kerjasama Sukseskan Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.