Refleksi kaderisasi PMII bersama Abah Imam: bergerak dengan ilmu, beramal dengan nilai, dan mengabdi untuk agama dan bangsa.
Bharaka, seorang pemuda yang terpaksa masuk pesantren karena dilarang ibunya menjadi tentara. Ia harus belajar mengalahkan egonya, menghadapi kegagalan, dan menyelaraskan nilai kesantrian agar bisa meraih restu ibu serta mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. "Tidak semua jalan menuju cita-cita harus ditempuh dengan melawan. Terkadang, jalan itu justru ditemukan lewat ketaatan."
Seorang ahli ilmu pernah mengatakan bahwa sebagian dari mereka, sahabat-sahabat Nabi, jika bangun tidur dan melihat keluarganya memiliki sesuatu (kekayaan), maka mereka akan merasa sedih. Akan tetapi, jika mereka tidak memiliki apa pun, mereka merasa gembira dan bahagia.