Kemajuan teknologi yang berlangsung begitu cepat telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) tidak hanya memengaruhi dunia industri dan ekonomi, tetapi juga mulai mengubah cara manusia belajar, berpikir, dan memperoleh pengetahuan. Dalam situasi seperti ini, dunia pendidikan menghadapi sebuah tantangan besar yang sering kali
Dalam Tabligh Akbar Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA di Bondowoso, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D. mengajak masyarakat memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalawat sebagai solusi menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurut beliau, tidak ada manusia yang terbebas dari masalah, namun Islam telah memberikan jalan ketenangan melalui kedekatan kepada Allah SWT.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Ma'had Putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo berlangsung khidmat dan meriah. Dalam kesempatan tersebut, Nyai Hj. Djuwairiyah Fawaid mengajak para santri putri untuk lebih mengenal dan menghafalkan bulan-bulan hijriah serta meningkatkan amal ibadah di bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, mengajak santri menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sebagai momentum memperkuat iman, memperbanyak selawat, dan meningkatkan semangat menuntut ilmu. Peringatan yang diikuti ribuan santri itu juga diisi tausiyah keagamaan serta penyerahan hadiah Lomba Pawai Muharram.
Pesantren merupakan salah satu pilar utama pendidikan Islam di Indonesia yang telah melahirkan banyak ulama, tokoh bangsa, serta generasi penerus yang berkhidmat kepada agama, masyarakat, dan negara. Di lingkungan pesantren, para santri tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga ditempa akhlak, spiritualitas, serta karakter kepemimpinan yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
BAZNAS Bondowoso terus memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan melalui penyaluran 1.000 stel seragam sekolah dan beasiswa bagi mahasiswa. Program yang mendapat apresiasi Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid ini dinilai menjadi bentuk nyata pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk memperluas akses pendidikan serta mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.