Press ESC to close

Pesantren Al-Falak Pagentongan Bogor Jadi Tuan Rumah Muktamar Pemikiran Kiai-Nyai Muda

Pesantren.id - Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Lampung, sejumlah kiai dan nyai muda akan berkumpul pada acara yang digelar dengan konsep muktamar dan halaqah pada 13 – 15 Desember 2021 di Pesantren Pagentongan Bogor.

Berbeda dengan Muktamar NU yang terkait dengan kepemimpinan tertinggi di jamiyah Nahdlatul Ulama, Muktamar Pemikiran dan Halaqah Kiai-Nyai Muda ini akan mengangkat tema yang bertajuk “Menguatkan Moderasi Beragama sebagai Gerakan Sipil”.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir, di antaranya adalah Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Lukman Hakim Saifuddin (Penggagas Moderasi Beragama), KH. Abdul Ghaffar Rozin (Ketua RMI PBNU), KH. Dr. Abdul Moqsith Ghazali (Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia), dan beberapa tokoh lainnya.

Muktamar dan Halaqah ini diselenggarakan oleh Humaniush Institute yang bekerjasama dengan Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama, Pusat Studi Pesantren, Islamina, dan Iqra.id.

Direktur Humaniush Institute Hatim Gazali mengatakan, kegiatan Muktamar dan Halaqah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Muktamar NU yang akan berlangsung waktu dekat ini dipusatkan di Lampung.

“Kami tidak sedang membicarakan tentang kepemimpinan NU. Yang kami bicarakan adalah soal moderasi beragama,” kata Hatim, Selasa (7/12), di Jakarta.

Hatim menerangkan, ada dua dasar penting mengapa Muktamar ini mengambil tema Moderasi Beragama sebagai Gerakan Sipil. Pertama, sejatinya moderasi beragama merupakan praktik keseharian umat beragama di Indonesia.

“Dasar yang kedua, jangan sampai moderasi beragama tersebut dijadikan labelling secara serampangan kepada kelompok tertentu, apalagi sampai menjadi ‘plat merah’, ideologi yang digunakan negara untuk menghantam kelompok-kelompok yang berbeda dengan kepentingan negara,” tegasnya.

Meskipun demikian, lanjut Hatim, forum ini mungkin saja akan membahas Nahdlatul Ulama, karena NU merupakan organisasi moderat.

“Bukan soal kepemimpinan NU, tetapi soal kiprah NU dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia di masa kini dan masa mendatang,” pungkasnya. []

Berita ini juga dimuat di iqra.id.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.