Saat memberikan mauidzah hasanah pada acara Pembukaan Rutinan Pengajian Ahad Pahing digelar di Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh, Diwek, Jombang pada Minggu (20/4). KH Zainal Arifin menceritakan sosok orang muslim yang lulus dari bulan Ramadhan.
"Dia akan lebih senang bersedekah," ujar pengasuh Pesantren Waqi'ah Indonesia, asal Malang, Jawa Timur ini.
Orang yang berhasil di bulan Ramadhan, lanjutnya, akan mudah mengendalikan hawa nafsunya. "Sehingga dia tidak akan mudah marah," ujarnya.
Dirinya memberikan trik agar menjadi santri dan murid yang berhasil. "Dirangkum dalam satu kata, yaitu SATE," jelasnya.
Istilah SATE singkatan dari sregep (rajin), ajeg (istikomah), tlaten (teliti) dan enteng'an (dermawan). "Keempanya harus dilaksanakan secara terus menerus," ujarnya.
la juga berpesan para jamaah untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain. "Tapi carilah kesamaannya, karena kita semua pasti punya salah, sehingga harus mudah memaafkan," tegasnya di depan ribuan jama'ah yang berkumpul di halaman SMK Mbah Bolong ini.
Acara yang digelar di lingkungan pesantren tersebut diasuh KH Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong. Selain menjadi Mustasyar PCNU Jombang, kiai muda ini juga Rais Syuriah MWCNU Diwek.
Sebelumnya, kegiatan dibuka dengan shalawatan oleh para santri. Dilanjut dengan shalat Dhuha yang diimami langsung oleh Mbah Bolong. Kegiatan ditutup dengan sesi mauidzah hasanah.
Mbah Bolong merasa bersyukur rutinan pengajian Ahad Pahing sudah diaktifkan kembali dengan mendatangkan KH Zainal Arifin. "Kali ini yang akan memberikan mauidzah hasanah KH Zainal Arifin dari Malang," pungkasnya. (muk)