JOMBANG - Sedikitnya 500 anggota Fatayat NU menghadiri Diba' Akbar di balai Desa Cukir, Minggu (5/7) pagi hingga siang hari. Acara digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Diwek.
Tampak hadir sebagai tamu undangan Ketua MWCNU Diwek, Ketua PAC Muslimat NU Diwek, perwakilan Camat Diwek, Polsek Diwek dan jajaran pemerintahan Desa Cukir.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan kegiatan pembacaan shalawat Diba' secara berjamaah. Di dalamnya juga digelar santunan anak yatim dan pemberian bingkisan untuk anak-anak stunting sebanyak 10 anak.
Ketua PAC Fatayat NU Imroatun Nadhifah mengapresiasi para anggotanya yang terus aktif dan berjuang bersama Fatayat. "Karena di kegiatan ini juga ada UMKM dari para pengurus Fatayat ranting Cukir," imbuhnya.
Dia menambahkan tujuan kegiatan Diba' Akbar tidak hanya membaca shalawat dan mempererat tali silaturahmi. "Tapi juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan santunan anak yatim stunting," imbuhnya.
Perwakilan pemerintahan Desa Cukir juga menyampaikan apresiasi serupa. "Kegiatan NU seperti yang dilakukan Fatayat di balai Desa Cukir ini, kami senang dan semoga bisa menambah keimanan dan ketakwaan untuk warga Cukir dan sekitarnya," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ning Nadroh, Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Jombang, yang juga hadir. Dirinya menghimbau untuk semangat terus berjuang bersama di organisasi Fatayat NU. "Saya berharap untuk terus urip-urip NU melalui tabarukan dengan kegiatan-kegiatan seperti tahlilah, istighosah," katanya.
Dia juga menyampaikan di PC Fatayat NU Jombang ada program baru yaitu Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. "Saya berharap kepada seluruh anggota Fatayat Anak Ranting, bisa memanfaatkan program tersebut," pintanya.
Saat menyampaikan mauidah hasanah, KH Agus Maulana menyampaikan pentingnya membaca shalawat Nabi Muhammad. "Siapa yang selalu membaca shalawat sama dengan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhsinin Cukir ini menambahkan orang yang membaca shalawat tetap mendapatkan pahala. "Meskipun dengan berbagai irama lagunya jelek," jelasnya.
Dia mengajak para hadirin untuk memperhatikan kehidupan anak yatim di lingkungan sekitar. "Karena hidup anak yatim tidak imbang dikarenakan ditinggal salah satu orang tua, maka hidupnya tidak bisa memperoleh perilaku dengan seimbang," pesannya.
Kiai Agus juga menekankan pentingnya menjauhi sikap dzalim. "Baik dzalim musryik yang tidak bisa diampuni oleh Allah maupun dzalim dengan melakukan dosa kecil, apalagi dzalim yang menyakiti orang lain, terlebih dzalim kepada orang tua," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Hamdi Sholeh, Ketua MWCNU Diwek. Selama kegiatan berlangsung, para hadirin mengikutinya secara tertib hingga usai. (kha)