Press ESC to close

Halaqoh Santri Digital Jatim 2025 Dorong Penguatan Komunikasi Publik Pesantren di Era Digital

 

Surabaya, Pesantren.id — Halaqoh Santri Digital Jawa Timur (HSD Jatim) 2025 sukses digelar pada 12–13 Desember 2025 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Komunikasi Publik Pesantren di Era Digital” ini diikuti oleh santri, pegiat media pesantren, akademisi, serta perwakilan lembaga pemerintah dan media.

Kegiatan dibuka secara resmi pada Jumat malam (12/12/2025) oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Acara pembukaan diawali dengan laporan penyelenggara, sambutan mitra dan host kegiatan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penguatan komunikasi publik santri dan pesantren di Jawa Timur, serta penyerahan penghargaan kepada tokoh pelopor komunikasi publik pesantren dan Transformative Islamic Communication Special Award dari TV9 Nusantara

Pada hari pertama, peserta mengikuti Seminar Sesi I yang membahas narasi kebudayaan dan strategi media arus utama, dilanjutkan Seminar Sesi II terkait sejarah, literasi, dan penyiaran digital. Diskusi berlangsung dinamis dengan penekanan pada pentingnya peran santri dalam membangun narasi pesantren yang beradab, cerdas, dan mencerahkan di ruang publik digital.

Hari kedua diisi dengan kegiatan workshop dan capacity building. Materi difokuskan pada penguatan teknologi dan manajemen kelembagaan pesantren, serta pemahaman regulasi dan mitigasi risiko dalam komunikasi digital. Sesi ini dirancang untuk membekali santri dengan keterampilan praktis sekaligus pemahaman strategis dalam mengelola media dan komunikasi publik pesantren secara profesional

Tujuh Rekomendasi Strategis

Sebagai hasil akhir, Halaqoh Santri Digital Jawa Timur 2025 merumuskan tujuh rekomendasi strategis, yaitu:

  1. Meneguhkan adab dan keilmuan pesantren sebagai fondasi utama dalam komunikasi digital.

  2. Menguatkan literasi digital santri untuk dakwah dan komunikasi publik yang cerdas, khususnya dalam menghadapi situasi krisis.

  3. Menjadikan pesantren sebagai pusat narasi Islam moderat yang rahmatan lil ‘alamin di Jawa Timur.

  4. Mengembangkan branding pesantren melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan santri.

  5. Membangun dan mendesain sekolah birokrasi bagi santri guna membekali pemahaman tentang struktur organisasi, hierarki kewenangan, dan formalisasi tugas.

  6. Mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur, khususnya di lingkungan pesantren.

  7. Membentuk Konsorsium Media Pesantren sebagai wadah penguatan komunikasi publik pesantren di era digital.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi panduan bersama bagi pesantren, santri, dan pemangku kebijakan dalam memperkuat peran pesantren sebagai aktor strategis komunikasi publik di era digital, sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keadaban.

Halaqoh ini menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga motor penggerak literasi, moderasi beragama, dan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. []

Surabaya, 22 Jumadil Akhir 1447 H / 13 Desember 2025

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.