SURABAYA - Selain sebagai acara konsolidasi penguatan publikasi dan digitalisasi media pesantren, Halaqah Santri Digital 2025 juga menggalang donasi untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Kegiatan tersebut dilakukan selepas acara penutupan acara pada Sabtu (13/12/2025) siang di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.
Founder Dunia Santri Community, Dr Abdulloh Hamid menyebut penggalangan dana tersebut murni sebagai niat tulus untuk turut membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. “Kami ingin mengajak kalangan santri dan pesantren turut meringankan beban kesedihan saudara kita di Sumatera yang terkena musibah,” ungkapnya.
Hamid menyebut, donasi yang terkumpul disalurkan melalui lembaga amil zakat yang kredibel milik NU yaitu Lazisnu. “Donasi disalurkan melalui QRIS milik Lazisnu Jawa Timur,” imbuh pria yang juga Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Ia juga berharap dengan adanya donasi tersebut dapat sedikit membantu, meskipun tidak seluruhnya mampu menghapus dampak yang ditimbulkan pasca bencana.
“Harapan kami saudara-saudara kita yang di sana bisa tersenyum, semangat bangkit kembali untuk menjalani hidup ke depannya,” pungkasnya.
Kegiatan amal peserta Halaqah Santri Digital 2025 ini juga mendapat sambutan baik dari Ketua Lazisnu Jawa Timur, Afif Amrullah. “Terimakasih dan salam hormat untuk para donator yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk korban bencana Sumatera dan Aceh,” terangnya.
Afif juga berharap semakin banyak kepedulian yang muncul selepas acara Halaqah Santri Digital 2025 ini. “Kami masih membuka donasi dapat melalui QRIS Lazisnu Jawa Timur di bawah ini,” pungkasnya.
Seperti yang dilansir pada laman Instagram Lazisnu Jawa Timur, kebutuhan korban bencana yang mendesak hingga kini adalah makanan siap saji, obat-obatan, air bersih, sembako, selimut, matras, pelengkapan bayi dan lansia serta kebutuhan primer lainnya.
Patut diketahui data terakhir BNPB tanggal 12 Desember 2025 Bencana Sumatera dan Aceh mengakibatkan 996 jiwa meningga dunia, 228 jiwa masih hilang, 5.406 jiwa luka-luka, 5.010.766 jiwa menderita & mengungsi, 158.794 rumah rusak, dan 1.236 fasilitas rusak.