Press ESC to close

Workshop Literasi, Guru PAI Kota Blitar Siap Terbitkan Buku

BLITAR - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Blitar menggelar workshop teknik penulisan bagi para guru agama Islam (PAl), Rabu (13/5). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. (H.C)., Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam, guru PAl dari SMAN 4 Kota Blitar. Agenda ini menargetkan para guru PAl memiliki bekal keterampilan menulis, khususnya dalam menyusun buku berstandar antologi.

Sebanyak 86 guru PAl jenjang SD, SMP, SMA dan SMK dari Kota Blitar menjadi peserta. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi hingga berakhir. Mulai sesi materi dasar hingga praktek menulis.

Kepala Kemenag Kota Blitar, Dr. Mohammad Kanzul Fathoni berharap para guru memiliki bekal keterampilan menulis yang memadai. Ia menekankan pentingnya kemampuan literasi bagi tenaga pendidik. "Tidak hanya sebagai sarana pengembangan diri, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam dunia pendidikan," ujarnya.

Tradisi menulis, lanjutnya, harus dipaksa agar menjadi bisa. "Saya pun hingga sekarang sudah menerbitkan beberapa karya buku ber-ISBN," ujarnya.

“Saya berharap, Prof Alam bisa menularkan pengalaman dan kesuksesan dalam membuat karya tulis ataupun buku kepada para peserta,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Didin Alinurdin, kepala dinas Pendidikan Kota Blitar. "Saya turut menyambut baik penyelenggaraan workshop ini,” ujarnya. Dia berharap dengan hadirnya Prof. Alam bisa menjadi gudang ilmu yang bisa berbagi dengan mudah. 

Dirinya menambahkan, keberadaan penulis dari kalangan pendidik sangat penting untuk memperkaya literatur pendidikan. "Bahkan sudah berkomunikasi dengan kepala dinas perpustakaan dan bisa dijadikan tambahan referensi," imbuhnya.

Saat memaparkan materi, Prof Alam mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia menekankan bahwa menulis bukan hal yang sulit selama seseorang memahami teknik dan memiliki kemauan untuk memulai.

“Menulis itu gampang asalkan tahu tekniknya dan hari ini kita akan membuktikan bahwa hanya dalam satu hari kita mampu menghasilkan karya buku ber-QRCBN,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, ia juga membagikan tips praktis menulis, mulai dari menentukan ide, menyusun kerangka, hingga teknik menjaga konsistensi dalam menyelesaikan tulisan. Dirinya mendorong para guru untuk tidak takut memulai. "Karena setiap tulisan besar berawal dari langkah kecil," ujarnya.

Selain materi teori, workshop ini juga diisi dengan sesi praktik langsung. Peserta diajak menyusun draft tulisan yang berpotensi dikembangkan menjadi buku ber-ISBN. (muk)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Mantap Melangkah Jadi Universitas, IAI-UW Jombang Resmi Terima  SK Prodi Baru Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Delapan Wisudawan MA Nurul Jadid Jombang Hafal 30 Juz Al-Qur’an
TINGKATKAN BUDAYA LITERASI MAHASISWA NAHDLIYYIN, LPTNU MAGETAN BERSAMA STAI MA'ARIF MAGETAN GELAR KULIAH UMUM
Ajak Rutin Sedekah, Hj Munjidah Wahab Hadiri Rutinan Ahad Kliwon

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.