JOMBANG - Acara inspiratif menyambut tahun baru lslam digelar Ikatan Guru Raudhatul Athal (IGRA) Kecamatan Diwek. Mereka mengadakan Santunan Anak Yatim, Kamis (25/6). Kegiatan ini digelar di Masjid Al-Ma'ruf Dusun Beyan Pandanwangi dan diikuti sekitar 200 guru dari 39 RA di kecamatan Diwek.
Tampak hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jombang, Dr H Muhajir. Termasuk Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Nur Khojin dan pendamping madrasah, Syaiful Hadi. Tampak juga pengurus Ta'mir Masjid Al-Ma'ruf dan para tokoh masyarakat.
Kasi Pendma Nur Khojin mengapresiasi kegiatan ini. "Semoga berdampak dan gurunya terus amanah sehingga menjadi lembaga yang semakin bermanfaat," ujarnya.
Kepala Kankemenag Jombang Dr Muhajir juga menegaskan hal sama. "Semoga IGRA di kecamatan lainnya bisa meniru IGRA Diwek dalam menggelar acara luar biasa ini," ujarnya.
Pria berkacamata ini juga mengajak peserta untuk terus menebar kasih sayang. "Mungkin harta kita tidak banyak, tapi kalau bisa berbagi kepada yatim, itu akan berlipat-lipat barokahnya harta kita," imbuhnya.
Santunan anak yatim, lanjutnya, bisa menjadi media edukasi bagi anak. "Jadi tidak hanya ngomong, tapi langsung dipraktekkan sebagai contoh praktek baik," tandasnya.
Ditemui di lokasi acara, ketua panitia Zahrotul Muniroh mengakui kegiatan Gebyar Muharam rutin digelar mrnyambut tahun baru Islam. "Tahun kemarin digelar di lapangan Kecamatan Diwek, bahkan dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur," ujarnya.
Ketua IGRA Diwek, Hj Ajwidatul Hasanah, manambahkan tahun ini ada 43 anak yatim yang diberikan santunan. "Yang diberi adalah siswa RA dari anggota IGRA Diwek, semoga barokah untuk semuanya," harapnya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Nur Hadi mengapresiasi perjuangan guru RA dalam mendidik anakm "Pengorbanannya di sekolah menggantikan peran ibu bagi anak," ujarnya.
Tidak heran jika kemudian guru RA memperoleh keberkahan hidup yang lebih dibanding para guru lainnya. "Karena masa pendidikan RA fondasi bagi perkembangan anak," jelasnya.
Kiai akrab disapa Mbah Bolong ini mengajak awal tahun baru lslam dengan makin bersyukur. "Termasuk terus instropeksi diri agar lebih baik ke depan," imbuhnya.
Pengasuh Pesantrem Falahul Muhibbin Watugaluh ini berharap para guru RA makin perhatian dan sayang kepada anak didiknya. "Sehingga setiap usaha kita mendidik anak mendapat ridha dari Allah," pungkasnya. (muk)