Press ESC to close

Delapan Wisudawan MA Nurul Jadid Jombang Hafal 30 Juz Al-Qur’an

JOMBANG— Tradisi pesentren terus dilanjutkan Madrasah Aliyah Nurul Jadid Desa Bandung Kecamatan Diwek. Terutama dalam menghapalkan al-Quran. Bahkan delapan dari 25 murid yang diwisuda angkatan XXXI sudah hafidz al-Qur'an 30 juz, Minggu (10/5).

Kedelapan murid itu M Shiddiq Al-Hikam, M Adam Ibnu Sina, M Rizky Pratama dan M Sabiq Muhassin. Termasuk Adzinu Abiyyul Chakam, M Imam Suyuthi, M Ahsanul Sya'abi dan Naila Al Farihah Habibah.

Keberhasilan tahfidz ini tidak terlepas dari sinergi madrasah dengan pondok pesantren di sekitarnya. Empat murid pertama merupakan santri Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an (HQ) Jogoroto. Sedangkan empat lainnya merupakan santri Pondok Pesantren As-Salam Diwek.

Pengasuh kedua pesantren tahfidz ini juga hadir saat wisuda digelar. Baik KH Ainul Yaqin dari PPHQ maupun Kiai Badrus dari PP As-Salam. 

Wisudawan terbaik tahun ini diraih oleh Lintang Laila Isnaen, murid asal Provinsi Papua Tengah. Ia menerima piagam penghargaan serta tali asih yang diserahkan langsung oleh Kepala Madrasah, Hj Miswatul Jannah bersama Ketua Yayasan, Anang Fauzi.

"Kemarin, dalam rangka menyambut wisuda, kita juga menggelar jalan sehat di mana 95 persen dana hadiahnya bersumber dari kontribusi alumni," ujar kepala madrasah, Hj Miswatul Jannah.

Dia menambahkan sebagian wisudawan tahun ini telah dipastikan lolos seleksi di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) ternama. "Seperti UIN Kediri, UIN Malang hingga UIN Jakarta," tambahnya.

Acara puncak wisuda diisi dengan tausiyah dari KH Abdul Karim El-Muna. Dia menekankan peran pendidikan yang krusial bagi kebangkitan peradaban.

"Kaisar Hirohito setelah Jepang dibom, dia menanyakan jumlah guru yang tersisa, kenapa? Karena untuk membangun kembali sebuah negara, pendidikan adalah faktor utama," ujarnya. " Sehingga tidak heran menjadikan Jepang bangkit menjadi Macan Asia," tegasnya.

Selain pendidikan, lanjutnya, juga menyoroti pentingnya disiplin dan etos kerja yang tinggi. "Dalam Islam, rutinitas bangun dini hari itu diisi dengan qiyamul lail dan dzikir," jelasnya. "Kalau etos kerja umat Islam bisa setinggi dan sedisiplin ini, insya Allah umat akan meraih kesuksesan di masa depan," pungkasnya. (har)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

TINGKATKAN BUDAYA LITERASI MAHASISWA NAHDLIYYIN, LPTNU MAGETAN BERSAMA STAI MA'ARIF MAGETAN GELAR KULIAH UMUM
Ajak Rutin Sedekah, Hj Munjidah Wahab Hadiri Rutinan Ahad Kliwon
Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Kabupaten Madiun Gelar PUNGRIDE
Diguyur Hujan Deras, Lailatul Ijtima' MWCNU Diwek Hidupkan Tradisi Ibadah Nahdliyin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.