Press ESC to close

Antusiasme Tinggi, Halaqah Santri Digital 2026 Usung Misi Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh dan Aman

JOMBANG – Minat peserta untuk mengikuti kegiatan Halaqah Santri Digital Jawa Timur 2026 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari terpenuhinya kuota sebanyak 110 peserta sejak hari pertama pendaftaran dibuka, bahkan sehari sebelum kegiatan dilaksanakan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur bersama Dunia Santri Community (DSC) tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Azana Jombang pada Kamis–Jumat, 29–30 Oktober 2026.

Mengangkat tema “Menarasikan Pesantren Aman: Ruang Tumbuh Tanpa Rasa Takut”, halaqah ini menjadi ruang dialog untuk mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang bebas dari praktik perundungan (bullying). Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai adab serta menjaga kehormatan dan martabat para santri.

Kepala Bagian Humas Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur, Dr. Zainal Muttaqin, menyampaikan bahwa tingginya minat peserta dibuktikan dengan terpenuhinya kuota yang telah ditetapkan panitia, yakni sebanyak 110 orang.

Peserta yang terlibat berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pengasuh dan pengelola pesantren, ustaz dan ustazah, perwakilan santri, pendamping atau konselor, pengelola media pesantren, kalangan akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Zainal juga menjelaskan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah diselesaikan. Para undangan dan narasumber yang dijadwalkan hadir pun telah memberikan konfirmasi keikutsertaan. Sejumlah komunitas turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya Gusdurian dan SAKTI.

Selain melibatkan komunitas, halaqah tersebut juga akan menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Ning Inayah Wahid (Jaringan Gusdurian), Kalis Mardiasih (Pebulis Buku), dan Dr. Rijal Mumazziq Z, M.HI (Rektor Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember), KH. Dr. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I (PP. An-Najiyyah 1, Tambak Beras)

Sementara itu, Direktur Dunia Santri Community (DSC), Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd., menerangkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan strategis. Salah satu fokus utamanya adalah menanamkan pemahaman mengenai adab, empati, persaudaraan, serta penghormatan terhadap martabat santri agar nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di pesantren.

Menurut Gus Hamid, peserta juga diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengenali berbagai bentuk perundungan, ciri-cirinya, dampak yang ditimbulkan, serta faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya bullying. Pembahasan tersebut turut mencakup perundungan di ruang digital (cyberbullying) dan penyalahgunaan relasi kuasa.

Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan pengasuh, pengurus, tenaga pendidik, dan santri dalam mencegah serta menangani kasus perundungan. Upaya tersebut meliputi penyusunan mekanisme pelaporan yang aman, pendampingan bagi korban, serta penanganan kasus yang mengutamakan keselamatan dan kepentingan santri.

Aspek literasi digital juga menjadi perhatian penting dalam forum ini. Pemanfaatan media digital diharapkan dapat diarahkan untuk menyebarluaskan edukasi mengenai pencegahan perundungan, dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas korban dan informasi sensitif lainnya agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Melalui Halaqah Santri Digital 2026, penyelenggara berharap dapat membangun kesepahaman dan komitmen bersama yang diwujudkan melalui rencana tindak lanjut konkret di lingkungan pesantren.

Dengan demikian, pesantren diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan dan memperdalam agama, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan santri. Setiap santri diharapkan dapat belajar, bertumbuh, serta mengembangkan potensinya tanpa dibayangi rasa takut terhadap perundungan.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Ngaji Nasionalisme UNIBO Bahas Sejarah Hari Santri Nasional dan Peran Ahmad Basarah
GP Ansor Tlogosari, Bondowoso Bekali Pemuda Keterampilan Digital, Affiliate Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi
Fatayat NU Diwek Mantapkan Langkah melalui Pelantikan dan Rapat Kerja
Jaringan Psikologi Nahdliyin DIY Resmi Diluncurkan, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Bersama

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.