Press ESC to close

KH. Ma’ruf Amin di Melbourne: Ber-NU Harus dengan Kesadaran, Bukan Sekadar Identitas

Melbourne 25 Juni 2026 — Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin bersilaturahmi dengan warga Nahdliyin Victoria dalam kegiatan Dialog dan Diskusi bersama PCINU Australia–New Zealand di Melbourne.

Acara tersebut dihadiri Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Bapak Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, Ketua Tanfidziyah PCINU ANZ Arief Syamsulaksana, Prof. Nadirsyah Hosen, tokoh masyarakat, pengurus PCINU ANZ, serta warga Nahdliyin di Victoria.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara dibuka dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, dilanjutkan doa bersama, sambutan para tokoh, serta dialog bersama Prof. Ma’ruf Amin.

Dalam dialognya, Prof. Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama tidak cukup hanya dengan identitas. Menurutnya, ber-NU perlu dilandasi pemahaman, kesadaran, dan niat ibadah.

“Ber-NU itu bukan sekadar mengaku sebagai warga NU. Ber-NU harus dilakukan dengan kesadaran, pemahaman, dan sebagai bentuk ibadah,” ujar Prof. Ma’ruf Amin.

Beliau juga menekankan pentingnya prinsip ‘ala bashirah, yakni bergerak dengan dasar ilmu dan keyakinan yang kuat. Dengan pemahaman yang benar, warga NU diharapkan tidak sekadar ikut arus, tetapi benar-benar memahami arah perjuangan jam’iyah.

“Bukan ikut-ikutan. Bukan karena orang tua. Bukan karena teman. Bukan karena guru. Tetapi karena benar-benar memahami,” tuturnya.

Prof. Ma’ruf kemudian menjelaskan tiga hal penting dalam Khittah NU, yaitu fikrah, manhaj, dan harakah. Fikrah berarti cara berpikir, manhaj adalah metode dalam mengambil keputusan, sedangkan harakah merupakan gerakan nyata yang lahir dari keduanya.

“Karena itu NU adalah gerakan,” tegasnya.

Menurut Prof. Ma’ruf, gerakan NU sejak awal mencakup tiga bidang utama, yaitu gerakan keagamaan, gerakan kebangsaan, dan gerakan ekonomi. Ketiganya perlu terus diperkuat agar NU tetap hadir memberi manfaat bagi umat dan bangsa.

Ia juga mengingatkan agar NU tidak dibelokkan menjadi alat kepentingan pribadi maupun kelompok. NU, kata dia, harus tetap menjadi alat perjuangan untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

“NU bukan alat untuk memperoleh manfaat pribadi maupun manfaat kelompok,” ujarnya.

“NU adalah alat perjuangan untuk mewujudkan kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Bapak Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada PCINU ANZ yang terus menjaga moderasi beragama di tengah masyarakat Australia yang beragam.

Ia menyebut komunitas Muslim Indonesia di Melbourne telah memberikan kontribusi positif, bukan hanya bagi warga Indonesia, tetapi juga bagi citra Islam Indonesia di tengah masyarakat multikultural Australia.

“Bukan hanya menjaga keimanan, tetapi juga menampilkan wajah Islam yang damai dan rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCINU ANZ Arief Syamsulaksana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Prof. Ma’ruf Amin bersama rombongan. Ia menyebut kehadiran tersebut menjadi kehormatan bagi warga Nahdliyin di Australia–New Zealand, khususnya di Melbourne.

Prof. Nadirsyah Hosen dalam sambutannya turut mengenang kiprah panjang Prof. Ma’ruf Amin di NU, dunia keulamaan, politik kebangsaan, hingga pengembangan ekonomi syariah. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga adab dalam perbedaan pendapat, sebagaimana tercermin dalam tradisi keilmuan para ulama NU.

Dialog ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai Nahdlatul Ulama bagi diaspora Indonesia di Australia. Melalui kegiatan ini, warga Nahdliyin diharapkan terus menjaga ukhuwah, memperkuat moderasi beragama, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Kontributor: Arian Prasetiyawan

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Kebangkitan Intelektual NU di Sukoharjo: PC ISNU Sukoharjo Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Alumni Pesantren, Kader NU Ini Dipercaya Memimpin Sekolah Negeri di Pacitan
Ranting NU Kayangan Gelar Lailatul ljtima' di Pesantren Izzatul Qur'an
Gebyar Muharam IGRA Diwek, Wujud Kepedulian Guru RA kepada Sesama

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.