Press ESC to close

Implementasi Moderasi Islam di Dunia Pendidikan terhadap Generasi Z

Pada hari sabtu (01/08) KKN Emocare IPMAFA mengadakan faceminar dengan tema: "Implementasi Moderasi Islam di Dunia Pendidikan terhadap Generasi Z" dengan narasumber Bapak KH. Liwauddin Najib M.Pd. (ketua RMI PCNU Pati) dan dipandu oleh host: M. Roghib Shofiyal Hadi yang merupakan salah satu anggota KKN Emocare IPMAFA

Acara ini berlangsung pada pukul 09.15-10.20 WIB dan disiarkan langsung melalui akun Facebook dan Youtube di @kkn_emocare_ipmafa

Dalam pembahasan pendidikan ini kita harus bisa menemukan pijakan dulu seperti hadis dari sahabat ali bin abi thalib yang berbunyi “didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan dizamanmu".

Sehingga pendidikan itu sangat penting, apalagi menghadapi zaman yang sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan.

Moderasi kata ini pasti sudah tidak asing lagi dikalangan kaum muda. Moderasi atau dalam bahasa arab dinamakan wasathiyah yang artinya tengah-tengah, dan agama Islam adalah agama yang dari awal sudah moderat atau wasathiyah, Islam itu agama hukumiyah yang dinamis dan akhirnya muncul Islam Nusantara.

Jika moderasi Islam dihubungkan dengan pendidikan bisa dilihat dalam visi pendidikan yang awalnya sudah mengandung moderasi.

Sekarang ini kita sudah memasuki generasi dimana kita tidak bisa lepas dari yang namanya GADGET dan generasi Z juga harus tahu akan gadget, karena dalam pembelajarannya kalau dulu kita bisa ber-muwajahah (tatap muka) sekarang beralih ke muwajahah wa bathinah dalam arti pembelajaran yang tatap muka disertai dengan bathin atau lebih singkatnya pembelajarannya secara online.

Kita harus melek akan adanya internet karena ini adalah bagian dari perjuangan dalam menyampaikan moderasi Islam melalui pendidikan, jika tidak melalui muwajahah la bathinah (tatap muka ), bisa menggunakan muwajahah wa bathinah (melalui HP).

Islam yang tawasuth masuk dalam  pendidikan dengan jalan paling cepat yaitu melalui dunia internet, karena dengan internet maka orang-orang akan lebih mudah dalam mengaksesnya.

Islam di Indonesia bisa dilihat dan juga menjadi mendunia, serta ajaran Islam sudah mulai bisa ditiru oleh negara-negara yang lain.

Kendala yang terjadi di zaman pendidikan saat ini diantaranya saat pembelajaran daring ada sebagian yang mengikuti dari awal sampai akhir dan ada juga yang hanya absen tapi terus ditinggal tapi Hp-nya dibiarkan untuk online.

Cara efektif untuk mengatasinya adalah

  1. Kita harus memahami bahwa akhlak seorang guru itu harus disampaikan,
  2. Harus ada pengaturan waktu, ketika belajar misalnya 6 kali maka 3 kali itu pembelajaran secara online dan 3 kali pembelajaran tatap muka.

Menurut bapak Liwauddin, “mari kita sampaikan agama yang tawasuth karena tidak ada kata sulit untuk memperoleh pendidikan".

Jadi kita generasi Z harus bisa menyikapi akan adanya perubahan di zaman ini karena perubahan itu tidak bisa dihindari dan harus kita hadapi ,serta kita harus selalu menyampaikan pesan moral dan agama agar gadget dapat digunakan dengan baik. [HW]

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Redupnya Minat Nyantri: Refleksi Atas Daya Tarik Pendidikan Pesantren
Formalitas Makna Halalbihalal dalam Timbangan Ushul Fikih
Antara Tap dan Sentuhan: Refleksi Teknologi Digital dan Kerapuhan Moralitas Manusia
Pesan bulan Syawal untuk para santri

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.