BONDOWOSO - Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tlogosari berupaya mendorong generasi muda agar lebih produktif dalam memanfaatkan media sosial. Salah satunya melalui pelatihan affiliate marketing yang digelar di Kantor MWCNU Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Ahad (18/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Pelatihan tersebut diikuti kader Ansor, IPNU, Fatayat NU, serta pemuda setempat. Empat mentor, yakni Abu Hasan, Zein, Rahman, dan Daryanto, hadir untuk berbagi pengetahuan mengenai pemasaran digital berbasis afiliasi.
Ketua PAC GP Ansor Tlogosari, Luqman Erfan, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan melihat sebagian pemuda yang belum memiliki pekerjaan maupun sumber penghasilan. Kondisi tersebut juga dirasakan di lingkungan kader Ansor sendiri, sehingga organisasi berinisiatif menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
“Awalnya memang dari keresahan pribadi. Di kalangan teman-teman Ansor sendiri masih ada yang belum bekerja dan belum mempunyai penghasilan. Kami berpikir, perlu ada kegiatan yang tidak hanya mengumpulkan kader, tetapi juga memberikan bekal yang bisa mereka manfaatkan,” ungkap Erfan.
Menurutnya, kedekatan anak muda dengan media sosial dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan kegiatan yang lebih produktif. Platform digital tidak harus digunakan sebatas mencari hiburan atau mengikuti aktivitas orang lain, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan produk dan membangun peluang usaha.
Erfan menambahkan, perhatian terhadap kondisi pemuda semakin menguat setelah muncul kasus dugaan pelecehan terhadap agama yang menjadi perhatian masyarakat. Ia menilai pembinaan generasi muda perlu berjalan beriringan dengan upaya membuka kesempatan belajar, berkarya, dan memperoleh penghasilan secara mandiri.
“Kami ingin Ansor hadir dengan langkah nyata. Anak-anak muda perlu dibekali keterampilan dan didorong supaya mempunyai kegiatan produktif. Harapannya, media sosial bisa mereka manfaatkan untuk membangun peluang ekonomi,” jelasnya.
Ia menegaskan, persoalan sosial tidak dapat dijelaskan melalui satu faktor saja. Karena itu, pelatihan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar pemberdayaan pemuda, bukan sebagai kesimpulan bahwa persoalan pengangguran menjadi penyebab langsung munculnya tindakan yang diduga melecehkan agama.
Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan dengan mekanisme affiliate marketing, yakni pemasaran produk melalui tautan afiliasi yang memungkinkan pemasar memperoleh komisi dari transaksi sesuai ketentuan program. Melalui pengenalan tersebut, peserta diharapkan memahami peluang sekaligus mulai belajar menggunakan media digital secara terarah.
Bagi PAC GP Ansor Tlogosari, penguatan keterampilan ekonomi merupakan bagian dari upaya menyiapkan kader yang mampu menghadapi tantangan zaman. Semangat Hari Santri Nasional tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian keagamaan, tetapi juga melalui kreativitas, penguasaan teknologi, dan kepedulian terhadap persoalan ekonomi masyarakat.
Erfan berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi pemuda untuk mengubah kebiasaan bermedia sosial menjadi aktivitas yang lebih bernilai.
“Jangan hanya menjadi pengguna media sosial. Kami ingin pemuda Tlogosari bisa memanfaatkannya untuk belajar, berkarya, dan membuka peluang penghasilan. Dengan begitu, mereka dapat lebih mandiri dan memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan,” pungkasnya.