Ada nama-nama yang tak pernah lekang oleh waktu karena pemiliknya telah menanamkan karya abadi melebihi usia mereka sendiri. Imam Muhammad bin Isma'il al-Bukhari adalah salah satunya. Sebelas abad lebih sejak wafatnya, kitab al-Jami' al-Shahih karyanya masih terus dibaca dimana-mana di seantero penjuru dunia, termasuk juga di pesantren-pesantren Nusantara, dan ditempatkan sebagai rujukan paling
Refleksi kaderisasi PMII bersama Abah Imam: bergerak dengan ilmu, beramal dengan nilai, dan mengabdi untuk agama dan bangsa.
KH. Abdul Ghaffar Rozin, atau yang akrab saya panggil Gus Rozin, genap berusia 50 tahun. Bagi sebagian orang, usia hanyalah angka. Tetapi bagi saya, usia 50 tahun Gus Rozin adalah penanda sebuah perjalanan panjang yang penuh cerita.
Sayyidina Umar menyedekahkan separuh dari hartanya. Lalu datang Sayyidina Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh hartanya. Rasulullah kemudian bertanya kepada Sayyidina Abu Bakar, "Lalu, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" "Allah dan Rasul-Nya," jawab Sayyidina Abu Bakar dengan mantap.