Press ESC to close

Pesan KH. Yazid Karimullah: Pulanglah dengan Kesadaran Akan Amanah yang Besar

Dalam suasana haru dan penuh makna di Aula Nyai Hj. Halimatus Zakiyah, Sabtu (07/06/2025), KH. Yazid Karimullah, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember menyampaikan pesan mendalam kepada para wali santri yang hadir untuk menjemput putra-putrinya dengan status rekomendasi pulang. Bukan sekadar seremonial, momen ini menjadi ruang perenungan bagi para orang tua tentang arti sebuah amanah.

“Sampean datang pamit, saya bersyukur,” ucap KH. Yazid mengawali. “Itu tanda bahwa sampean sadar: anak ini adalah amanah yang dulu sampean titipkan ke saya. Amanah dari Allah. Dan kelak kita semua akan ditanya tentangnya di hadapan-Nya.”

Beliau mengingatkan bahwa menyerahkan anak ke pesantren bukan semata soal pendidikan, tetapi adalah bentuk kesadaran orang tua akan beratnya tanggung jawab mendidik anak dalam agama. Dan saat amanah itu dititipkan ke pesantren, tanggung jawab tersebut tidak hilang, justru dibagi dan dipertanggungjawabkan bersama di dunia dan akhirat.

“Karena takut dituntut, sampean limpahkan ke saya. Tapi ini bukan urusan ringan. Ini bukan sekadar menitip anak, tapi menitip jiwa yang harus dibentuk dengan agama. Ini urusan akhirat,” tegas beliau.

KH. Yazid menekankan, pesantren bukan tempat mencetak prestasi duniawi semata. Pesantren adalah ladang ruhani. Dan ruh dari pesantren itu adalah diniyah—ilmu agama yang menjadi inti dari tujuan beliau mendirikan Nurul Qarnain.

“Banyak santri yang tidak lulus bukan karena tidak mampu secara akal, tapi karena tidak sadar bahwa pelajaran diniyah itu inti dari mondok. Diniyah itu nyawa pesantren,” tutur beliau.

Beliau dengan jujur menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mencari santri. “Yang datang ke sini itu sudah kehendak Allah. Tapi saat saya terima, tanggung jawab saya besar. Maka saya tidak mudah melepas mereka keluar begitu saja. Supaya sampean paham, bahwa anak ini bukan hanya tanggungan sampean, tapi juga tanggungan saya,” ujarnya dengan nada berat.

Dalam penutupnya, KH. Yazid mengajak para wali untuk kembali memikirkan hakikat tujuan besar dari semua ini: investasi akhirat.

“Kalau kita mati, amal berhenti, kecuali tiga: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan,” kata beliau. “Dan doa anak sendiri jauh berbeda dari doa orang lain. Istighfarnya anak yang shalih itu bisa menjadi penyelamat bagi orang tuanya.”

KH. Yazid lalu menutup pesannya dengan permintaan yang sederhana namun sarat makna: berdoalah di maqbarah keluarga pondok sebelum kembali pulang.

“Jangan langsung pulang. Mampirlah dulu ke maqbarah. Doa itu penting. Di sana, hadirkan rasa syukur dan niat untuk mendidik anak dengan sungguh-sungguh. Karena mendidik anak dengan benar—itulah persiapan akhirat kita yang paling nyata,” pungkasnya.

Wildan Miftahussurur

Wildan Miftahussurur, S.Ag., S.H., M.Pd. adalah alumnus Ma'had Aly Nurul Qarnain dan Universitas At-Taqwa Bondowoso. Saat ini mengabdikan diri di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember. Ia aktif sebagai Editor in Chief Islamic Studies of Global South (ISGS), serta Assistant Editor Journal of Islamic Economics Perspectives (JIEP) dan Indonesian Journal of Islamic Law (IJIL) UIN KHAS Jember.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Mengenal Sosok KH Badrud Tamam, M.H.I.: Jejak Seorang Guru, Ulama Pesantren, dan Pendidik Generasi Nahdliyin
Refleksi Ngaji Jawahirul Qur’an Gus Ulil (Episode 27): Menggali Mutiara Makrifat dan Retorika Kosmis
Shalawat Cinta KDS Bondowoso, KHR Azaim: Semangat Hijrah Harus Wujudkan Persatuan
Dialektika Adam dan Homo Sapiens: Sebuah Refleksi atas Kajian Jawahirul Qur’an Bersama Gus Ulil (Episode 26)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.