Press ESC to close

Ir. Shakib Abdullah: YDSF Ingin Beasiswa Bukan Sekedar Membantu Kuliah, Tapi Menyiapkan Penggerak Ummat

Jakarta, (Pesantren.Id) — Ketua Pengurus Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), Ir. Shakib Abdullah, menegaskan komitmen lembaganya untuk menjadikan pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam penguatan dakwah dan pemberdayaan umat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi program beasiswa S1 Program Studi Manajemen Dakwah bersama STIDKI Ar-Rahmah dan Yayasan Telaga Insan Beriman. Program yang memiliki nilai kolaborasi mencapai Rp3,36 miliar itu dirancang untuk berjalan secara berkelanjutan selama lima tahun.

Bagi Shakib, dukungan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada persoalan membayar biaya kuliah. Lebih jauh, beasiswa diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya generasi yang memiliki ilmu, kompetensi, dan kesiapan untuk kembali mengabdi di tengah masyarakat.

“Pada periode ini, YDSF akan mendukung keberlangsungan program selama lima tahun ke depan. Dari tahun pertama 20 mahasiswa, tahun berikutnya 30 mahasiswa, hingga seluruh mahasiswa yang berjumlah 40 orang,” ujar Shakib.

Skema tersebut menunjukkan bahwa YDSF ingin membangun pola dukungan yang tidak bersifat sesaat. Mahasiswa diberikan ruang untuk menjalani proses pendidikan secara lebih terarah, sementara lembaga memastikan keberlangsungan dukungan sesuai dengan tahapan program.

Shakib berharap mahasiswa yang memperoleh manfaat dari program tersebut nantinya tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam kehidupan keumatan.

Salah satu harapan yang ia tekankan adalah lahirnya lulusan yang dapat berkontribusi dalam kehidupan masjid dan masyarakat, termasuk menjadi imam yang memiliki bekal keilmuan dan kemampuan dakwah.

“Harapannya semua bisa merasakan manfaatnya dan dakwah umat menjadi semakin baik dimulai dari imam masjid lulusan program ini,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana YDSF melihat pendidikan dakwah sebagai kebutuhan yang memiliki dampak lebih panjang. Pendidikan tidak hanya diposisikan sebagai sarana memperoleh ijazah, tetapi sebagai proses membentuk manusia yang nantinya mampu memberikan manfaat kepada lingkungan.

Program tersebut juga menjadi contoh bagaimana dana sosial dapat diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia. Bantuan yang diberikan hari ini diharapkan menghasilkan manfaat yang terus berkembang ketika penerima beasiswa menyelesaikan pendidikan dan mulai mengabdikan ilmunya.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga lainnya menjadi bagian penting dari strategi tersebut. YDSF tidak berjalan sendiri, melainkan menggabungkan kekuatan lembaga filantropi, institusi pendidikan, dan mitra sosial untuk membangun program yang lebih berkelanjutan.

Momentum penguatan program pendidikan tersebut berlangsung bersamaan dengan peresmian kantor baru YDSF Cabang Jakarta di Jl. Kebagusan Raya RT04/RW04, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (5/9/2026).

Bagi YDSF, kantor baru tersebut diharapkan menjadi ruang yang semakin mendekatkan pelayanan kepada donatur dan masyarakat. Kehadirannya juga membuka peluang lebih luas untuk membangun komunikasi serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Namun, bagi Shakib, ukuran keberhasilan lembaga bukan hanya dilihat dari bertambahnya fasilitas atau luasnya jaringan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap program mampu menghasilkan manfaat yang nyata.

Karena itu, program beasiswa senilai Rp3,36 miliar tersebut menjadi salah satu bentuk konkret arah YDSF dalam mengembangkan dana sosial. Bantuan diarahkan untuk membangun kapasitas manusia yang diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan keagamaan sekaligus keterampilan mengelola dakwah menjadi semakin penting. Lulusan Manajemen Dakwah diharapkan dapat mengisi ruang tersebut dengan pendekatan yang lebih profesional dan kontekstual.

Shakib pun menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dari komitmen YDSF. Lima tahun dukungan bukan sekadar angka, tetapi menjadi bentuk keseriusan agar program pendidikan dapat berjalan dengan arah yang jelas.

Momentum tersebut juga bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah. Semangat meneladani Rasulullah dalam membangun masyarakat melalui ilmu, kepedulian, dan kebermanfaatan menjadi semakin relevan dengan program yang dikembangkan.

Pada akhirnya, gagasan yang dibawa Shakib cukup sederhana: membantu seseorang menempuh pendidikan berarti membuka kemungkinan lahirnya lebih banyak manfaat di masa depan.

Satu mahasiswa mungkin hanya menerima beasiswa. Tetapi ketika ia kelak menjadi pendidik, dai, imam, atau penggerak masyarakat, manfaat dari satu bantuan tersebut dapat menjalar kepada banyak orang.

Dari situlah YDSF ingin memastikan bahwa dana sosial tidak hanya habis untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga tumbuh menjadi investasi kemanusiaan untuk masa depan umat.

Rifky Gimnastiar

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Aktif di lingkungan Organisasi Nahdlatul Ulama' (NU), Ikatan Santri Alumni Salafiyah-Syafi'iyah (IKSASS), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aktivitasnya banyak mewarnai dunia pesantren, gerakan kemahasiswaan, kehidupan masyarakat, dan pengabdian kepada umat, sembari menekuni bidang akademik dan pers.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Tim KKN XXI UNISNU Dampingi Gapoktan Sido Dadi Desa Keling Melalui Sosialisasi Dan Penerapan Biodigester Biogas
KH Fahmi Tebuireng Ajak Syukuri Jadi Warga Nahdliyin dan Indonesia
Lestarikan Karya Kiai NU, Nahdlatut Turots Gelar Dauroh Tahqiq
Pameran Turots, Bersamai Muktamar NU Dengan Keilmuan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.