Zaghlul Najjar dan Tafsir Pengetahuan Sains Modern

Sebagai sumber hukum paling utama dalam Islam, Al-Qur’an memiliki fungsi mengatur berbagai permasalahan hidup. Di dalamnya juga tercantum informasi-informasi akurat terkait penciptaan alam semesta yang belakangan diamini oleh ilmu pengetahuan modern. Benda-benda langit dengan beragam partikel-partikel lainnya masih menjadi misteri yang masih terus dikaji.

Tulisan-tulisan yang mengulik kandungan isi ayat-ayat Al-Qur’an terkait penciptaan alam semesta masih terus menerus mengalami perkembangan. Tafsir Al-Ayat Al-Kawniyat fi Al-Qur’an Al-Karim hadir memeriahkan jagat keilmuan tentang alam semesta dengan menampilkan penjelasan terhadap ayat-ayat semesta dan mengkomparasikannya dengan pengetahuan sains modern. Kitab berbahasa Arab ini ditulis oleh Prof. Dr. Zaghlul Raghib Muhammad Al-Najjar.

Dr. Zaghlul Najjar dididik di lingkungan keluarga yang agamis dan sudah mampu menghapal Al-Qur’an sejak sepuluh tahun usianya. Beliau adalah seorang geologiwan asal Mesir, akademikus, sekaligus seorang da’i muslim yang fokus membahas kemukijzatan ilmiah dalam Al-Qur’an dan hadits. Beliau juga guru besar ilmu geologi di Universitas Terusan Suez, sekaligus kepala Lajnah Kemukjizatan Ilmiah Al-Quran di Dewan Tertinggi Urusan Keislaman. Beliau dilahirkan pada tanggal 17 November 1933, di Desa Masyal, Distrik Basyun, Provinsi Al-Gharbiyyah.

Zaghlul Najjar telah menulis lebih dari 150 artikel ilmiah yang telah dipublikasikan dan lebih dari 45 buku dalam bahasa Arab, Inggris dan Perancis yang juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa lainnya.  Di antara karyanya adalah tafsir yang merupakan karya monumentalnya, bernama Tafsīr al-Āyāt al-Kawniyah fī al-Qur’ān al-Karīm dan Seri Min Āyāt al-I‘jāz al-‘Ilmī, yaitu tafsir tematik yang terdiri dari enam bagian, yaitu: langit, bumi, tumbuhan, hewan, penciptaan manusia dan pembahasan manusia mulai dari lahir hingga hari kebangkitan.

Beliau juga memiliki sejumlah karya terkait kemukjizatan ilmiah dalam al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi, seperti: Madkhal ilā Dirāsah al-I‘jāz al-‘Ilmī fī al-Qur’ān al-Karīm wa al-Sunnah al-Nabawiyyah al-Muṭahharah (Pengantar Memahami Mukjizat Ilmiah Al-Qur’an dan Hadits), The Geological Concept of Mountains in the Qur’an (Struktur Gunung dalam Al-Qur’an), dan Treasures in the Sunnah: A Scientific Approach (Yang Terpendam dalam Hadits: Sebuah Pendekatan Sains).

Baca Juga:  Tafsir Maqashidy dan Gerakan Pembaharuan Tafsir

Kitab Tafsīr al-Āyāt al-Kawniyah fī al-Qur’ān al-Karīm terdiri dari empat jilid. Kitab tafsir ini diterbitkan oleh Maktabah Al-Syuruq Al-Dawliyyah tahun 2007 M/1428 H di Kairo, Mesir. Dari segi penyusunan, Zaghlul Najjar menyusun kitab tafsir ini berdasarkan metode penulisan klasikal dan modern. Metode penyusunan klasikal yang diterapkannya adalah menyusun ayat atau surat mengikuti susunan seperti yang terdapat di dalam Al-Qur‘an, yaitu dimulai dari Surat Al-Baqarah (juz 1) hingga Surat Al-Qāri‘ah (juz 30). Namun fokus kajian kitab ini hanya pada ayat-ayat kawniyah (penciptaan semesta) yang terdapat dalam al Qur‘an.

Hal ini didasarkan pada bidang kepakaran utama Zaghlul Najjar yang meliputi penemuan saintifik Al-Qur‘ān melalui dimensi alam semesta, penciptaan makhluk dan kesehatan. Adapun yang menarik dalam metode penulisan tafsir ini ialah Zaghlul Najjar hanya menafsirkan ayat-ayat tertentu saja. Tidak membahas topik yang tidak berkaitan sama sekali dengan sains natural. Maka tidak mengherankan jika tafsir ini semacam sebuah ensiklopedia tafsir penemuan saintifik Qurani terkini.

Komposisi kitab ini terdiri dari jilid pertama yang dimulai dari surat Al-Baqarah hingga surat Al-Isra‘, mengandung 56 pembahasan ayat.  Jilid kedua dimulai dari surat al-Kahfi hingga Surat Luqman, terdiri dari 42 ayat. Jilid ketiga mulai dari Surat Al-Sajdah hingga Surat Al-Qamar, dan terdiri 38 ayat pembahasan. Pada jilid keempat, dimulai dari Surat Ar-Rahman hingga Surat Al-Qāri‘ah, di dalamnya ada 40 pembahasan. Total jumlah seluruh pembahasan yang terdapat dalam kitab ini ada 176 ayat dalam 66 surat.

Ciri lain kitab ini adalah terdapat biografi lengkap Zaghlul Najjar setiap jilidnya dan diikuti mukadimah setebal 31 halaman. Mukadimah ini berisikan 4 pokok pembahasan, yaitu:  (1). Definisi literal Ijaz al-Qur‘ān (mukjizat Al-Qur’an) serta pembagiannya, (2). Sejarah perkembangan I‘jaz al Qur‘ān dan metode dalam menafsirkan ayat yang berdimensi saintifik, (3). Ajakan Zaghlul Najjar untuk menafsirkan al-Qurān sesuai dengan perkembangan masa kini, dan (4). Penolakan sebagian golongan yang menolak penafsiran al-Qurān berdasarkan penemuan saintifik.

Baca Juga:  Menjelang 100 tahun NU, Tingkatkan SDM Bidang Sains-Teknologi dan Perkuat Kolaborasi

Selain itu, cara Zaghlul Najjar dalam menerangkan tafsirnya (di setiap awal surat), selalu diawali dengan motto penafsiran yang berasal dari bagian ayat-ayat al-Qur‘an yang berbeda. Ia juga penjelasan poin-poin kandungan isyarat ilmiah yang berkaitan dengan ayat yang akan dibahas. Terkadang juga mencantumkan hadits-hadits yang mendukung tema pembahasan.

Selanjutnya, ia menafsirkan ayat tertentu dengan memaparkan pandangan secara umum, yang berdasarkan tafsir per kata atau yang berkaitan dengan kebahasaan. Pada akhir pembahasan disuguhkan materi tambahan dan memberi keterangan dengan menggunakan gambar-gambar yang sesuai dengan ayat yang dibahas. Diantaranya berupa gambar tumbuhan, binatang, fenomena alam, dan penelitian-penelitian ilmiah sains modern, yang bertujuan agar pembaca lebih mudah memahaminya. Bentuk penafsirannys adalah menggunakan penalaran atau pemikiran (bi al-ra‘y) .

Hingga kini beliau masih aktif dalam mengisi kajian yang diampunya melalui channel youtube ‘Dr. Zaghloul Al Najjar’ dengan penjelasan berbahasa Arab maupun Inggris. Kesesuaian ayat Al-Qur’an terhadap proses kejadian alam yang ada membuat kita perlu kembali membaca dan memahami isi dan kandungan al-Qur’an yang lainnya. Bagaimanapun, Al-Qur’an adalah ciptaan Allah Swt. yang dititipkan melalui perantara Rasulullah Saw. Menjadi semacam kewajiban bagi kita untuk mengonfirmasikan setiap penemuan baru dengan data yang telah disebutkan oleh Al-Qur’an. Allah Know The Best. [HW]

Muhammad Zakki bin Muhtar
Santri Al Fithrah

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Ulama