Ayla merasa aneh pada dua laki-laki yang ada di hadapannya. Mereka menceritakan suatu cerita yang tak seharusnya mereka ceritakan. Sebuah rahasia besar, kekuatan besar. Apakah mereka dalam keadaan buruk? atau sebaliknya?.

“Ada apa sih kalian berdua?. Cobak ceritanya lebih ke inti lagi.” Kata Ayla menyuruh Angga menceritakan lebih detailnya.

“Oke, gw langsung ke inti. Jadi gw mau ajak lo untuk masuk geng gw buat melawan The God Master.” Jelas Angga.

“Hah? gw ga salah denger? lo serius mau ngelawan club Master itu?.” Kata Ayla terkejut, karna tak mungkin melawan geng dengan kekuatan besar seperti itu.

“Iya serius. Gw lagi masa pencarian anggota, salah satunya lo.”

“Tenang aja kak, lo gak sendirian di sini, papa sama gw juga ikut.” Jawab Aldi.

“Hah? papa? kok bisa sih? kalian ngomongin apaan sih?.”

“Nanti gw jelasin Ay, tapi gak sekarang karna di sini tempat umum, misi kita adalah rahasia. Sekarang kita tinggal kasih tau om Algha.” Jawab Angga.

“Tunggu, kak Arika sama mama nggak ikut?.” Tanya Ayla.

“Kak Arika misi kita selanjutnya, sekarang masih dalam proses pendekatan. Mama nggak ikut soalnya nanti siapa yang mau jaga rumah kalau mama ikut?.” Jawab Aldi.

“Kenapa papa harus ikut juga?.”

“Karena om Algha yang bisa menyamarkan keberadaan kalian kalau lagi menjalankan misis. Selain itu om Algha punya alat-alat yang lengkap buat kita tarung nanti.” Jawab Angga.

Tak lama kemudian Arika menelepon Ayla, ia mengatakan bahwa Algha akan mengantarkan buku bacaan untuk dibaca Ayla dan Aldi agar tidak bosan.

“Apa katanya kak?.”

“Papa mau kesini!.” Mereka bertiga terlihat terkejut saat mengetahui Algha akan ke rumah sakit.

“Kalian hebat, papa sudah dengar semuanya.” Tiba-tiba Algha masuk dan mengejutkan mereka bertiga.

“Papa?.” Kata Aldi.

“Bagus, kalian sudah memulai misi ini, setelah Arika bergabung nanti, kita akan melaksanakan musyawarah tersembunyi di tempat yang sudah papa siapkan.” Jelas Algha.

“Kapan kak Arika akan dimasukkan?.” Tanya Ayla.

“Secepatnya, biar papa yang urus itu, karna Aldi sama Angga sudah berhasil memasukkan Ayla.”

…..

Algha kembali ke rumah setelah mengantar buku bacaan ke Ayla dan Aldi. Sesampainya di rumah, Algha langsung menghampiri Arika di kamarnya. Arika yang sedang belajar terkejut karna kedatangan Algha.

Baca Juga:  Bincang Menarik dengan Khilma Anis, Penulis "Hati Suhita"

“Eh pa?.” Kata Arika sambil memutar kursinya menghadap Algha.

“Wah, sibuk ya anak papa?.”

“Iya nih pa, Arika lagi bikin power point buat presentasi besok.”

“Oh, gitu. Papa boleh minta waktunya sebentar nggak?.” Tanya Algha mencoba memancing Arika.

“Boleh kok pa.” Arika berpindah posisi ke sebelah papa di atas kasur.

“Eh, kamu pernah dapat informasi tentang The God Master ngga?.

“Hah? kenapa papa ngomongin itu? emang ada masalah pa?.”

“Enggak, papa tanya aja.”

“Kalau Arika sih tau pa, soalnya Fanya setau gw, ia ikut club itu.”

“Fanya? Siapa tu?.”

“Oh, Fanya itu adiknya Kevin pa, sahabat Ayla juga. Kenapa pa?”

“Papa mau kasih tau kamu rahasia.”

“Hah? rahasia? rahasia apa pa?.”

“The god master itu club ganas, club itu sangat rahasia. Jika ada yang mengetahui tentang mereka selain anggota, maka hidupnya tidak akan tenang. Papa ingetin kamu alau kamu gak boleh sampai terjerat ke club itu. Dan inget, kamu gak boleh kasih tau cerita ini kesiapapun, ini rahasia rabeagle.

“Avigator? apasih yang papa omongin ini, Arika ga paham.”

“Avigator itu club pemerontak The god Master. Papa mau kamu ikut gabung sama papa di rabeagle ini.”

“Kok papa bisa tau tentang The God Master sih, kan itu rahasia.”

“Udah diem aja.”

“Oke deh pa.”

“Tapi kamu harus bisa jaga rahasian ini ya, Ayla, Aldi dan Angga juga gabung bersama kita.”

“Hah? mereka? kan mereka ikut campur?”

“Justru merekalah yang membuat geng ini, papa hanya sebagai pembantu saja di sini.” Jelas Algha. Setelah perbincangan mereka selesai, Algha pergi meninggalkan Arika dan menyuruh bersiap untuk musyawaran pertama Avigator besok.

…..

Pukul 05.00 Arika segera pergi ke rumah sakit untuk menengok kedua adiknya yang bermalam di sana. Arika membawakan sarapan juga untuk kedua adiknya.

“Kak, kok jadi gw sih yang jaga malem, kan gw jadi takut.” Protes Ayla karna dilupana hingga ia harus berjaga malam di rumah sakit.

“Maafin gw, semalem gw kecapekan dan lupa gak anter mama ke sini, lagian mama juga ketiduran.” Jelas Arika.

“Pagi pagi bukannya menghirup udara segar malah jadi pengan gara gara kalian bertengkar, lagian loknp sih kaka sampai lupa jemput kak Ayla, gw kan yang tersiksa gara-gara tu orang ngoceh terus karna ada suara-suara aneh katanya, perasaan gw ga ada suara apa-apa, cuma suara batuk pasien sebelah.” Kata Aldi.

Baca Juga:  Ketemuan (2)

“Ya udah sono lu pulang, biar gw yang jaga sekarang.” Kata Arika menyuruh Ayla pulang.

Setelah Ayla keluar dari kamar, Arika dan Aldi membincangkan sesuatu.

“Eh, lo udah kasih tau ke Ayla?.” Tanya Arika.

“Belum, gw masih cari waktu yang tepat.”

“Cepet lo kasih tau, sebelum terlambat.”

Tiba-tiba Ayla kembali ke kamar ruangan Aldi untuk mengambil handphone yang ketinggalan. Ayla tak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua.

“Maksud kalian apa? kalian nyembunyiin sesuatu dari gw?”

“Ayla?” Arika terkejut dengan kedatangan Ayla secara mendadak.

“Ngomong sekarang aja kak.” Kata Aldi mendesak Arika.

“Ada yang harus gw omongin.” Arika menarik tangan Ayla menuju taman di sekitar rumah sakit.

“Ada apa sih kak?”

“Udah ikut aja.”

Sesampainya di taman, Arika menceritakan sesuatu yang harus diketahui Ayla meski itu menyakitkan. Arika menjelaskan bahwa sebenarnya Angga sudah menikah dengan seorang wanita yang mengaku bahwa anak yang dikandungnya adalah anak dari Angga. Papanya menyuruh Angga menikahi wanita tersebut, meskipun papanya juga tau kalau anak itu bukan anak dari Angga. Papanya mengajari Angga untuk menjadi laki-laki sejati. Angga sengaja menyembunyikan ini dari kamu, karna Angga tidak mau kamu terluka dan menjauh darinya. Karan itu Angga akhirnya cerita kepada Arika dan Aldi agar mereka dapat memberitahu Ayla saat suasana sudah tenang.

Namun pernikaham mereka tidak berjalan dengan lancar, saat proses pernikahan dimulai, bapak dari sang anak yang dikandungnya tiba-tiba datang dan mengakui bahwa ia adalah ayah dari anak tersebut dan mau bertanggung jawab. Akhirnya proses pernikahan mereka berlangsung di sana secara langsung. Keluarga dari pihak perempuan tadi akhirnya meminta maaf kepada keluarga Angga karna perbuatannya dan tak jadi menikahi anaknya.

Tak cukup disitu, Angga juga menjadi buronan The God Master saat ini. Karna ia ketahuan melanggar peraturan. Satu satunya yang menjadi pelarian saat itu hanyalah Algha. Ini salah satu alasan kenapa Algha menolak Angga saat melamar Ayla, karna mereka masih menjalankan misi. Jadi bukan karena Ayla dijodohkan, tapi karna Algha dan Angga memiliki hubungan rahasia.

Baca Juga:  Tertunda (3)

Ayla menangis mendengar cerita yang diceritakan Arika. Ayla merasa bersalah karna pernah membenci Algha gara-gara lamaran tidak disetujui.

“Hiks, kenapa lo baru cerita sekarang kak?”

“Maafin gw Ay, gw cuma nyari waktu yang tepat aja, udah jangan nangis.” Arika memeluk Ayla dengan pelukan hangatnya.

…..

Angga lagi-lagi dibangunkan oleh adiknya, Aisy.

“Apa lagi sih dek.”

“Sama mamah suruh bangun kak! ini udah pagi. Lo mau diomelin papa lagi? untung papa lagi keluar kota.”

“Hah? keluar kota? yang bener?.”

“Loh, lo gatau kak?”

“Berapa hari?”

“Kayaknya sih satu bulan.”

“Satu bulan?.” Angga langsung duduk mendengar papanya pergi keluar kota lumayan lama, tandanya ia dapat lebih mudah untuk menjalankan misi Avigator.

“Udah cepetan bangunn!”

Angga dengan semangat langsung beranjak dari ranjangnya dan pergi mandi. Dengan semangat, ia melakukan aktivitasnya di pagi hari ini. Terlihat dari raut wajahnya yang tersenyum amat sangat lebar.

Angga segera menyelesaikan sarapannya dan segera pergi ke rumah sakit. Namun, ketika Angga sampai di rumah sakit, ia tak melihat Ayla, yang ada hanya Arika dan Aldi saja di ruangan tersebut. Angga mencoba untuk masuk dan menanyakan kabar.

“Hai, gimana, lo udah baikan?.”

“Lumayan, tapi kak Ayla enggak.” Jawab Aldi

“Maksud lo?” Angga mengerutkan kening.

“Iya Ngga, gw tadi coba untuk jelasin semuanya yang lo suruh waktu itu. Terus Ayla nangis dan tiba-tiba aja ia pergi. Gw takut ia kenapa-kenapa. Lo coba cari deh Ngga.” Jelas Arika.

“Hah? Ya udah coba gw cari dulu.” Angga segera berlari keluar untuk mencari Ayla.

‘jangan sampai apa yang gw pikirin ini terjadi, gw gak mau Ayla mati sekarang’ batin Agga dalam perjalanan.

Saat melewati sebuah Alfamidi, Angga melihat Ayla berada di dalam Alfamidi tersebut. Angga menghampiri Ayla yang berada di sebrang. Jalanan yang sangat ramai membuat Angga kesulitan untuk menyebrang. Setelah sampai di Alfamidi, Ayla sudah tak terlihat. Ia mencari di seluruh sudut Alfamidi namun tak menemukan keberadaan Ayla. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi mencari ke tempat lain.

Angga kehilangan jejak..

Bersambung……..lagi guys

Nayla Rusydiyah Hasin
Nayla Rusydiyah Hasin adalah Santri DARUL ULUM Hidayatul Qur’an Jombang

Rekomendasi

Tinggalkan Komentar

More in Cerpen