Tiga Pengaruh Dosa dalam Keseharian

Sekecil apapun pelanggaran yang diperbuat manusia akan mendapatkan balasan atau sanksi dari Allah SWT, dan Allah maha mengetahui segala yang diperbuat manusia, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya,  balasan atau hukuman yang diberikan oleh Allah kepada pelaku pelanggaran sesuai atas kehendak Allah, bisa saja dipercepat didapatkan oleh pelanggar sewaktu di dunia dalam bentuk yang ditentukan dan dikehendaki oleh Allah Swt, ada pula balasan yang ditangguhkan sampai datang hari pembalasan. Namun pengaruh negatif dari segala bentuk dosa itu bisa dirasakan dan didapatkan pengaruh negatifnya secara khusus, dan mungkin dapat berimbas pula kepada masyarakat yang ada disekelilingnya secara umum.

Segala kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia memiliki pengaruh negatif yang berbahaya bagi hati maupun jasmani, baik di dunia maupun di akhirat, sebagai manusia kebanyakan tidak sadar dan tidak mengetahuinya hanya Allah Swt yang tahu, penjelasan tersebut sebagaimana dalam kitab Allahu Ahabbaki Katsiran, Limaadza Khianah? yang ditulis oleh Ahmad Najwa Bin Yahya. Masih sesuai dengan yang dijelaskan dalam kitab tersebut, kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia dapat berpengaruh negatif namun dalam tulisan ini hanya penulis jelaskan tiga saja diantaranya:

Pertama, Terhalang dari Cahaya Ilmu. Ilmu adalah cahaya Allah yang disampaikan di dalam hati seseorang yang dikehendakinya dan kemaksiatan dapat memadamkan cahaya ilmu itu. Imam Syafi’i berkata dalam lantunan bait syairnya.

Aku mengadukan kekurangan-mantapan hapalanku kepada Imam Waki’i. Maka, dia memberi nasihat untuk meninggalkan segala” bentuk maksiat. Dan dia (Imam Waki’i) berkata: “Ketahuilah, bahwasannya ilmu adalah anugerah ilahi, dan anugerah ilahi itu tidak akan iberikan kepada pelaku maksiat.”.

Kedua, Kesulitan dalam Setiap Urusan. Pelaku kemaksiatan akan menemukan segala bentuk kesulitan dalam setiap urusan, apabila dihadapkan suatu persoalan, maka seolah semua pintu jalan keluar dari persoalan tersebut tertutup dan terkunci rapat. Hal tersebut merupakan kebalikan dari orang yang dekat dengan Allah Swt (bertakwa) sebab orang yang bertakwa kepada Allah Swt akan selalu diberikan jalan keluar dari setiap permasalahannya.

“……….Barangsiapa bertakwa kepada Allah, Maka Allah akan memberikan jalan keluar bagiannya.” (Q.S. Ath-Thalaaq: 2)

Barang siapa yang mematikan ketakwaanya dan menggantikannya dengan kemaksiatan terhadap Rabbnya, maka Allah akan menjadikan segala urusannya sulit.

Ketiga, Kegalauan Menyelimuti Hati. Pelaku kemaksiatan akan merasakan kegalauan dalam hatinya, ketakutan dan kegundahan jiwa dalam hatinya meskipun segala keindahan hidup yang berbentuk materi ia miliki, sebab kenikmatan hati dan ketenangan jiwa hanya akan didapatkan oleh orang yang memiliki hati yang hidup, yang selalu disiram dengan iman dan ketaatan kepada Allah Swt.

Dikisahkan oleh para ulama bahwa seorang pernah mengadu kepada salah seorang dari mereka. Ia merasa dirinya mendapatkan kegalauan, kegundahan hidup dan kengerian dalam hatinya. Maka dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya dosa-dosa telah membuat hatimu gundah gulana, maka tinggalkanlah dosa-dosa itu.

Tidak ada dalam kehidupan ini yang paling menyakitkan hati, kecuali kegalauan dan kegundahan hati yang diakibatkan oleh dosa yang menimpa pelakunya. Semoga Allah Swt menolong kita semua dari hal tersebut.

Penjelasan tersebut Merujuk pada Buku “Bernegosiasi dengan Allah” terjemahan dari buku aslinya berjudul Allahu Ahabbaki Katsiran, Limaadza Khianah? yang ditulis oleh Ahmad Najwa Bin Yahya. [HW]

M Hestu Widiyastana
Alumni BKI Sekolah Tinggi Agama Islam Attanwir Bojonegoro

    You may also like

    1 Comment

    1. MasyaAllah, sungguh luar biasa dampak bermaksiat pak, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini