Selamatkan Usia Produktif

“Jika kau bisa selamatkan usia investatif selama 10 tahun berturut-turut, insya Allah usia produktif terselamatkan” – Rochmat Wahab

Aging is not lost youth but a new stage of opportunity and strength.” – Betty Friedan (1921-2006)

Usia produktif itu adalah momentum yang sangat penting bagi setiap individu dalam perjalanan sejarah hidupnya. Tidak semua orang bisa memainkan peran penting dalam usia produktif. Ada yang lengah dan abaikan dengan sia-sia. Tetapi ada juga yang mengisi waktu usia produktif dengan karya. Untuk itu perlu upaya serius untuk menyelamatkan usia produktif.

Pada hakekatnya secara garis besar, bahwa rentangan kehidupan manusia yang penting dapat dikatagorikan ke dalam usia investatif (5-24 th) usia produktif (25-55 th) dan usia pensiun (56- ke atas). Kualitas kondisi usia produktif sangatlah tergantung pada kesungguhan dalam mengisi usia investatif. Demikian pula keberhasilan masa produktif sangat berdampak terhadap masa pensiun, menjadi ringan atau berat.

Tanpa memandang status sosial ekonomi seseorang bahwa usia investatif wajib diupayakan optimal. Anak dari keluarga kaya dan berstatus sosial tinggi, wajib memiliki komitmen tinggi untuk manfaatkan fasilitas yang cukup guna memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai dengan passion-nya. Mereka bisa lalui pendidikan formal ataupun pendidikan formal untuk mengaktualisasikan potensi, bakat dan minatnya. Sebaliknya mereka tidak boleh abaikan dan sia-siakan, karena bisa jadi studiaya gagal dan akibatnya bisa masa depan suram.

Sebaliknya anak dari keluarga kurang mampu atau ekonomi tak beruntung, maka mereka tidak seharusnya berapologi atas keterbatasan modal untuk studi. Mereka harus bangkit dan tetap berdisipin, bekerja keras, dan bermotivasi tinggi untuk belajar dan berlatih. Mereka harus bisa memanaj waktunya dengan sebaik mungkin, sehingga produktif. Mereka bisa mencari beasiswa atau belajar sambil bekerja part time. Yang penting bekerja sekedarnya untuk menopang studinya. Studi harus diutamakan, karena studi yang baik dapat menjadi modal sosial yang efektif untuk mengakselerasi promosi diri. Jika mereka menyerah terhadap hambatan biaya, maka hidup tiada harapan dan masa depan suram. Ingat bahwa tekat pribadi di samping ridho Allah menjadi kunci utama keberhasilan seseorang.

Baca Juga:  Perlukah Pendidikan bagi Perempuan?

Dalam memasuki usia produktif, semua orang yang telah memiliki persiapan cukup dengan hasil pendidikan yang terbaik, kecakapan hidup yang memadai, jaringan sosial yang luas, dan moral/akhlaq yang terpuji, Insya Allah akan bisa melalui dunia karirnya dengan lancar dan profuktif. Jika terjadi masalah selama usia produktif sangat diperlukan kemampuan beradaptasi, bahkan beradaptasi dengan pola hidup baru sesuai dengan tuntutan era disrupsi, sehingga masih tetap bisa memainkan peran yang penting dalam hidunya.

Ingat bahwa tantangan di usia produktif tidak akan pernah berhenti baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal, gangguan kesehatan yang bisa datang tiba-tiba. Kesibukan kerja tidak jarang membuat kita banyak lembur dan lupa olahraga, bahkan pola makan juga tidak terjaga dengan baik. Akibat yang bisa timbul adalah sakit yang datang tiba-tiba, yang berkonsekuensi terhadap aktivitas kerja, bahkan menurunnya produktivitas kerja. Adapun faktor eksternal, munculnya gangguan dari kolega dengan pergaulan yang tidak sehat, adanya kompetisi kerja yang berat, timbulnya ancaman PHK, adanya krisis sosial dan keamanan dan lain-lain. Untuk menghadapi berbagai persoalan ini, kita harus memiliki daya tahan yang kuat, sehingga karir tetap bisa berjalan lancar. Yang jelas dalam memasuki usia produktif, sangat diperlukan etos kerja, kejujuran/integritas, motif berprestasi, motif afiliasi, motif untuk berkuasa, dan kemampuan beradaptasi.

Jika kita mampu memanaj usia produktif dengan efektif dan efisien, Insya Allah kita bisa raih posisi tertinggi dalam karir. Kita harus tunjukkan kesungguhan dan bekerja dengan bersih. Jauh dari perbuatan manipulasi dan korupsi. Jauh dari konspirasi jahat. Dedikasi selanjutnya untuk kejayaan institusi dan dilandasi ridlo Ilahi. Bekerja lebih banyak berorientasi untuk melayani, bukan menutut untuk dilayani. Meraih promosi dengan cara yang terpuji.

Baca Juga:  Ujian Nasional dan Covid-19; Analisa Dampak Covid-19 Di Dunia Pendidikan dan Solusinya

Demikianlah beberapa hal dan ikhtiar yang bisa dieksplorasi untuk bisa menyelamatkan usia produktif dalam hidup ini. Semua orang memiliki peluang yang sama untuk mengisi dan menikmati usia produktif, tanpa dikungkung oleh masa lalu. Kita bisa bergerak bebas untuk keluar dari kehidupan masa lalu yang kelabu, jika ada mau. Kita harus terus berusaha bisa wujudkan “mimpi besar” yang menjadi inspirasi kita dalam hidup. Dengan begitu kita Insya Allah tidak pernah malas belajar, bekerja dan berdoa. Buahnya Insya Allah dapat dinikmati di usia pensiun dan usia senja. Semoga Allah swt selalu membimbing kita. Aamiin. []

Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Beliau adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menjabat Rektor Universitas Negeri Yogyakarta untuk periode 2009-2017, Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019, Ketua Umum Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) periode 2011-2016, dan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY masa bakti 2011-2016

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Hikmah