Kebaikan merupakan hal yang disukai oleh semua orang, baik yang mempunyai agama maupun tidak. Khususnya dalam agama Islam, kebaikan dan keburukan selalu hal yang disoroti, karena hal itu mempunyai peran yang sangat penting dalam peningkatan mutu kualitas keimanan seorang muslim. Maka seorang muslim harus sewajarnya berakhlak mulia di setiap tindak tanduknya, baik yang bersifat personal maupun publik.

Sebagaimana dalam hadis dijelaskan mengenai kebaikan dan keburukan dalam Islam sebagai berikut :

عن النواس بن سمعان الأنصارئ رضى الله عنه قال سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن البر والإثم فقال : البر حسن الخلق والإثم ما حاك في صدرك وكرهت أيطلع عليه الناس (رواه مسلم)

Artinya :

“Dari Nawas bin Sam’an al-Anshari ra, berkata : saya bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kebaikan dan keburukan. Rasul menjawab : “kebaikan adalah akhlak mulia dan keburukan adalah sesuatu yang membuat  hatimu ragu dan kamu tidak ingin orang lain melihat sesuatu itu (ada pada dirimu)”. (HR. Muslim)

Bisa kita ambil hikmah dari hadis diatas bahwasannya konsep kebaikan dalam Islam yakni berakhlak mulia. Karena seseorang akan dikatakan baik pribadinya melalui tingkah laku, baik ucapan maupun perbuatan. Kunci keselamatan yakni menjaga lisan kita sebagimana dalam mahfudzot “Selamatnya seseorang tergantung dia menjaga lisannya”. Begitu dahsyatnya ajaran Islam yang mengajarkan kita agar melakukan kebaikan bertujuan menghindarkan kita dari marah bahaya.

Begitu sebaliknya lawan kata dari kebaikan yakni keburukan. Yang mana keburukan merupakan hal yang mengarah ke sesuatu negatif, yang bisa menimbulkan hal-hal mudhorot bagi yang melakukannya. Dari sini kita petik hikmah juga dari hadis diatas yaitu meninggalkan hal sesuatu yang ragu-ragu. Kenapa kita harus meninggalkan yang ragu-ragu? Karena hal itu akan membuat kita tidak pasti dalam melakukannya maka Islam menekankan hal itu untuk kita jauhi.

Sebagai pembelajaran dalam Islam mengenai kebaikan dan keburukan dalam Islam. Kita harus melakukan hal positif dan menjauhi hal negatif agar dalam hidup kita tidak gundah  maupun resah.

Sala satu contoh kebaikan dan keburukan dalam firman Allah SWT :

اِنًّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS.an-Nahl:19)

Di dalam ayat Al-Quran di atas ada beberapa makna yang mencotohkan kita agar berbuat adil, berbuat ihsan, dan memperhatikan kerabat. Karena dari hal-hal tersebut walaupun sifatnya sepele akan tetapi mempunyai dampak sendiri. Sedangkan makna contoh keburukan dari ayat di atas kita bisa ambil hikmah.

Pertama, Fahsya’ yaitu perbuatan keji seperti zina, minum khamr, berjudi, berbohong dan lain sebagainya. Kedua, Kemungkaran yaitu semua perbuatan yang mengingkari akal dan syariat. Ketiga, Kedzaliman yaitu menyakiti manusia dengan perkataan atau perbuatan. Atau perbuatan yang melanggar hak Allah dan hak manusia. Dari tiga hal tersebut kita harus menjauhi serta tidak melakukan tiga contoh keburukan di atas.

Penekanan kebaikan segala aspek pun sangat penting di semua bidang, khususnya dalam bidang gender yang membahas perempuan. Seorang perempuan pun bisa melakukan kebaikan yang lebih dibandingkan laki-laki. Karena seorang perempuan mempunyai potensi yang hampir sama dengan seseorang laki-laki

Inti dari semuanya kita harus menjalankan hal-hal yang baik serta menjauhi hal-hal yang buruk. Agar dalam hidup kita merasakan kebaikan dunia yang membawa kita ke jalan lurus untuk meraih  surganya Allah di akhirat nanti.

Masudi
Mahasiswa Ilmu Hadis Semester 5 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Siapakah Ulama Nusantara yang mengenalkan bahasa Jawa di Masjidil Haram?

Previous article

Akibat Pikiran Cingkrang

Next article

You may also like

Comments

Tinggalkan Komentar

More in Hikmah