Program Strategis Premium Lima Tahun PCNU Kota Malang

MALANG KOTA- Tantangan besar menghadapi era yang kian modern, telah diantisipasi Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Malang. Dengan mengusung spirit Kota Malang Smart Collaborative, PCNU telah menelurkan program strategis kelas premium menatap lima tahun ke depan.

Di bawah kepemimpinan KH Dr. Isroqunnajah, PCNU Kota Malang selama lima tahun mendatang, mengedepankan penguatan kemitraan dengan hexahelix atau multipihak. Ini disadari menjadi sebuah keniscayaan. Sehebat apapun organisasi, tanpa didukung dan bermitra dengan banyak pihak, rasanya gerak organisasi menjadi kurang maksimal.

Karena itu PCNU menganggap perlu menggandeng pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Tak kalah penting, PCNU Kota Malang juga melakukan pengkaderan demi menumbuhkan generasi unggul di berbagai bidang kehidupan. Dari hasil pengkaderan itu dilakukan pemetaan berdasar keahlian dan penempatan kader-kader terbaik yang profesional di lembaga pemerintah dan non-pemerintah. Sehingga “ruh” NU kian mewarnai dalam semua lini di negeri ini.

Sebagai organisasi terbesar di negeri ini, kekuatan ekonomi juga menjadi salah satu yang tak boleh dikesempingkan. Melalui lembaga Lazisnu, PCNU melakukan program tata kelola zakat, infak, dan sedekah menjadi nilai yang produktif. Kehadiran Lazisnu bukan sekadar menjadi lembaga filantropi semata, tapi lebih pada upaya membantu mengangkat perekonomian umat.

PCNU juga mengorganisir dana sosial berbasis waralaba modern dengan sistem keuangan organisasi yang profesional dan akuntabel.

Sementara, di sisi lain, NU yang dilahirkan oleh para ulama, sudah barang tentu penguatan dari sisi akademik, pendidikan menjadi prioritas. Yakni dengan melakukan revitalisasi mutu serta kualitas standardisasi pendidikan di bawah LP Maarif. Termasuk untuk penguatan kader terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah, PCNU terus menggiatkan lailatul dan naharotul ijtima’ demi menjawab kebutuhan umat yang kian kompleks.

Baca Juga:  PCNU Kota Malang Menyelenggarakan Bedah Buku KH. Masjkur untuk Pembukaan Pencerahan Ramadhan 1443 H

Sebagai lembaga besar, PCNU juga memiliki sejumlah aset yang selama ini masih saja ada yang terdata secara baik. Karena itu, ke depan, tugas yang dilakukan adalah melembagakan kearsipan asset-aset NU. Termasuk juga meningkatkan target sertifikasi atas aset-aset NU, aset yayasan, maupun aset lembaga.
Sementara di bidang dakwah, sesuai dengan tuntutan zaman, NU mulai masif melakukan dakwah secara digital. Para ustad, kiai di NU sudah harus memuai memanfaatkan beragam platform media digital menjadi kanal-kanal utama nya untuk syiar agama ke masyarakat.

Ketua Umum PBNU, KH.Yahya Cholil Tsaquf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU itu tidak cukup hanya berdaya, tapi lebih dari itu perlu mendigdayakan.

“Kita butuh NU yang digdaya. Dimana permasalahan dunia yang sedang terjadi, perlu peran NU untuk menjadi bagian dari solusi. NU adalah organisasi terbesar dari segi kuantitas sehingga peran keagamaan dan sosial untuk perdamaian dunia bisa terwujud.”

“NU yang besar harus meng-Indonesia bahkan mendunia. Mari kita berkonsolidasi bersama sehingga manfaat NU bisa dirasakan oleh siapapun.”

Hadir dalam kesempatan ini ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, Walikota Malang, Drs. Sutiaji, Forkompinda, Rektor-Rektor se-Malang, Katua Tanfidziah Kab. Malang dan Kota Batu, dan seluruh tamu undangan dari berbagai pihak. (*)

Redaksi
Redaksi PesantrenID

Rekomendasi

Menghiasi Keburukan
Hikmah

Menghiasi Keburukan

البَاطِلُ  adalah bahasa Arab yang mempunyai arti “kebatilan”. Secara bahasa mempunyai arti hilangnya ...

Tinggalkan Komentar

More in Berita