Pentingnya Melek Teknologi Bagi Pemuda

Berlangsungnya Negara Indonesia tak luput dari peran seorang pemuda. Jika menilik kembali kebelakang, sejarah mencatat bahwa ada beberapa generasi pemuda yang perannya sangat berpengaruh bagi persatuan nasional negara ini.

Generasi yang mempelopori kebangkitan nasional dengan terbentuknya Boedi Oetomo yang bisa dikatakan sebagai titik awal terbentuknya organisasi yang bersifat nasional. Kemudian generasi pemuda 1928 dengan Sumpah Pemuda yang digaungkannya.

Lantas setelah itu kita akan menemui generasi pemuda 1945 sebagai pelopor perjuangan Indonesia merdeka dan generasi 1966 yang berhasil mengakhiri rezim orde lama. Sampai pada generasi pemuda 1998 yang mampu menumbangkan rezim orde baru. Dari sejarah tersebut, membuktikan bahwa peran pemuda sangat dinantikan dalam proses perbaikan dan pembangunan Indonesia saat ini.

Lantas bagaimana dengan peran pemuda saat ini? Indonesia semakin mapan, tak ada penjajah yang merongrong negara ini. Disinilah momentum untuk pemuda memperlihatkan dan berkontribusi nyata untuk negara.

Pemuda bergerak

Kecanggihan teknologi menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda. Bukan hanya soal memudahkan komunikasi, menerima informasi secara cepat dan lain sebagainya. Tapi pemuda harus sudah berpikiran tentang peluang adanya teknologi tersebut. Atau biasa kita sepakati dengan sebutan melek teknologi.

Melek teknologi bukan berarti mereka yang sudah lihai menggunakan gawai, tapi melek teknologi diartikan sebagai kesadaran akan untung dan rugi yang didapatkan dari penggunaan gawai tersebut.

Dengan adanya teknologi, para pemuda dapat bergerak dalam segala bidang. Baik itu bidang pertanian, perdagangan, perkebunan, dan lain sebagainya. Bahkan jika di kerucutkan pemuda bisa bergerak untuk meningkatkan perekonomian. Pengetahuan tidak hanya di dapat pada ruang kelas saja. Dengan adanya gawai misalnya, seolah dunia dalam genggaman tangan. Adanya akses internet, pemuda bisa belajar apapun, bisa melalui YouTube, Google. Ribuan atau jutaan tips pertanian, cara bisnis sudah tersedia. Tinggal kita mau atau tidak memanfaatkan hal itu.

Baca Juga:  ESQ dan Pendidikan Karakter

Misalkan saja, jika ingin menjual baju, menjual motor kita tidak perlu membutuhkan modal ratusan juta untuk beli tanah, sewa tanah sebagai toko tempat kita berjualan. Mengapa? Karena sekarang sudah marak toko online, seperti tokopedia, bukalapak, lazada. Adanya toko online ini memudahkan para pembeli untuk memenuhi kebutuhannya, tidak bersusah-susah datang ke toko, dengan jalan macet dan waktu.

Selain itu pembeli juga dapat memilih apapun disana, dengan tidak terhambat oleh jarak. Sebab pengiriman sudah bisa melalui JNE, J&T, dan lainnya. Untuk itu kita sebagai pemuda harus dapat membaca peluang ini. Sebagai pemuda jangan hanya bersikap konsumtif belaka, tetapi harus produktif.

Diatas adalah salah satu bentuk implementasi melek teknologi, bisa dikembangkan dalam berbagai bidang lainnya. Jika para pemuda sudah melek teknologi, tidak ada berita pengangguran, minimnya lowongan pekerjaan, bahkan melek teknologi dapat mengentaskan kemiskinan.

Jangan hanya berpacu pada bantuan pemerintah, tapi sudah seharusnya sebagai pemuda harus punya visi untuk memajukan bangsa ini. Sebab sinergitas di semua lini adalah kunci untuk kemajuan Indonesia.

Sekarang ini adalah era anak muda, era kaum milenial. Pemuda adalah cerminan masa depan bangsa. [HW]

Mohammad Iqbal Shukri
Alumni Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora, Mahasiswa S1 Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang, dan Aktif di Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat UIN Walisongo Semarang.

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini