Manfaatkan umurmu

Biasanya, kalau hari ulang tahun tiba nyanyian panjang umurnya serta mulia, sering dilantunkan mereka yang mengucapkan selamat. Ternyata meminta untuk berumur panjang tidaklah salah. Selanjutnya dalam kitab Nashâih, Imam Abdullah al-Haddâd juga menuturkan tentang bagusnya panjang umur dalam ketaatan. Tulis beliau, bahwa umur yang panjang yang digunakan dalam kebaikan dan ketaatan adalah perkara yang dicintai dan dibutuhkan. Sebab Nabi Muhammad saw bersabda,

خيركم من طال عمره وحسن عمله

Sebaik-baiknya kalian adalah yang umurnya panjang dan amalnya baik.

Mengapa begitu? Sebab semakin panjang usianya, semakin banyak waktu yang digunakan dalam ketaatan kepada Allah swt. Dan hal tersebut semakin mengangkat derajatnya di sisi Allah swt. Meski begitu, seseorang tetap harus berhati-hati jangan sampai hanya meminta umur yang panjang saja tapi hanya digunakan untuk maksiat kepada Allah swt. Perilaku ini malah akan melipat gandakan dosa dan siksanya nanti di akhirat. Na’udzubillâh.

Oleh sebab itu, kita perlu mengingat bahwa umur kita adalah modal yang menentukan apakah kebahagiaan atau kesusahan yang akan kita dapatkan di akhirat nantinya? Imam Abdullah al-Haddâd juga mengingatkan, bahwa tempat untuk beramal hanyalah di dunia. Maka jangan sia-siakan kesempatan kita saat hidup di dunia. Beliau juga mengumpamakan bahwa satu-satunya yang kita punya untuk menukarkan kebahagiaan abadi nantinya hanyalah umur kita ini.

Lalu bagaimana agar kita bisa memanfaatkan umur kita dan menukarkannya dengan kebahagiaan di akhirat? Dalam kitab Nashâih ini disebutkan adalah yang paling penting bersegera dalam melakukan amal shalih dan jangan menunda-nunda pekerjaan. Imam Abdullah menyebutkan,

بادر ولا تسوف, فإن التسويف شر

Bersegaralah dan jangan menunda-nunda. Sebab penundaan adalah buruk.

Sebab jika kita tidak segera memulai melakukan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai khususnya untuk masa depan kita, kelak kita akan menyesal ketika semakin banyak kesibukan yang menimpa kita. Tugas yang kita biarkan hari ini, esoknya akan menumpuk dengan susulan tugas berikutnya. Dan akan terus bertambah jika tidak segera kita selesaikan. Dan ingatlah pesan kanjeng Nabi saw agar kita memanfaatkan betul-betul lima hal sebelum datangnya lima hal lainnya; dan salah satunya adalah manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu.

Baca Juga:  Beginilah Ulama Kita Memanfaatkan Waktu

Hal ini bisa kita upayakan jika kita benar-benar memikirkan masa depan kita. Pikirkan apa yang ingin kita capai dan kita raih. Tentunya dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan yang sudah banyak disebutkan baik dalam Al-Qur’an maupun dalam sunnah Rasul saw. Terlebih jika kita mengingat bahwa masa depan kita sejatinya adalah kehidupan di akhirat nanti. Saya teringat satu pesan penting dari guru saya, al-Habib Abdullah Baharun – nafa’anâ bi’ulûmihim – berikut:

المستقبل الحقيقي هو الآخرة. فما قدمنا لآخرتنا؟

Masa depan kita yang sebenarnya adalah akhirat. Maka apa yang sudah kita siapkna untuk kehidupan akhirat kita?

Demikianlah, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Diberi umur panjang dan kesempatan lebih lama untuk dapat berbuat banyak amal shalih. Sebab apa gunanya modal harta berlimpah jika hanya dihabiskan untuk foya-foya? Hanya kesenangan sesaat yang kita rasakan, namun mendatangkan melarat di kemudian hari. Dan apa gunanya umur panjang jika tak kita habiskan waktu kita dengan ibadah, bentuk ketaatan, dan amal shalih lainnya? Tentu nantinya kita pun akan menyesal seperti yang Nabi gambarkan dalam sabda beliau berikut,

ليس يتحسر أهل الجنة إلا على ساعة مرت بهم ولم يذكروا الله فيها

Tidak ada satupun yang membuat rugi penghuni surga, melainkan atas waktu-waktu yang telah berlalu sedangkan mereka tidak berdzikir kepada Allah swt. (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Bagi teman-teman, jangan malas untuk memulai meski hanya satu perbuatan kecil yang baik. Semangatlah untuk memulai kebaikan dan berjuanglah agar dapat istiqamah melakukannya.[HW]

Atina Balqis Izzah Bcs, M.Ag
Penulis Buku Bias Cinta dari Mukalla, Tentang Muslimah, Alumnus PP Ashiddiqiyah Jakarta, PP Manbaul Ulum Banyuwangi, PPQ Nurul Huda Singosari, PP Al Asy'ariyah Wonosobo, Universitas Al-Ahgaff Yaman, PTIQ Jakarta dan Pengasuh PP Ashiddiqiyah Bogor

    Rekomendasi

    Opini

    Habib

    Saya belum masuk kategori muhibbin, para pecinta Habaib. Level saya masih awam. Tahap ...

    Tinggalkan Komentar

    More in Opini