Keteladanan KH. MA Sahal Mahfudh Patuhi Prosedur

Gus Nadhif, panggilan akrab KH. Ahmad Nadhif Mujib, santri KH. MA Sahal Mahfudh, sabtu, 4 Juli 2020, mengisahkan keteladanan KH. MA Sahal Mahfudh dalam mematuhi prosedur yang ada.

Kiai Sahal tidak memanfaatkan nama besar dan segala atribut yang beliau punya untuk menabrak prosedur yang ditetapkan.

Alkisah:

Suatu waktu Kiai Sahal berangkat ke Mesir untuk satu kegiatan pada saat Gus Nadhif masih studi di Jami’ah Al-Azhar. Ternyata Kiai Sahal ngersakke (ingin) umrah. Namun beliau belum mengurus visa umrah dari Indonesia.

Sesuai prosedur yang ada di Mesir, maka jika seseorang ingin ngurus visa umrah dari Mesir, maka syaratnya adalah seseorang harus bermukim di Mesir minimal 6 bulan. Inilah prosedur yang ada di Mesir.

Melihat prosedur ini, maka Kiai Sahal kemudian diberi opsi lain untuk bisa mendapatkan visa umrah dari jalur lain di luar prosedur yang ditetapkan. Jalur ini biasanya dipakai seseorang untuk mendapatkan visa umrah.

Apa jawaban Kiai Sahal ?

Beliau tidak berkenan. Beliau ingin mematuhi prosedur yang sudah dibuat karena prosedur dibuat untuk dipatuhi, bukan di langgar.

Beliau kemudian memutuskan kembali ke tanah air.

Pelajaran Agung

Pelajaran agung apa yang bisa kita dapatkan dari kisah ini ?

Keteladanan agung dari seorang ulama yang jiwanya agung, ikhlas dan tunduk kepada aturan Allah, Rasul-Nya dan ulil amri.

Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’ 4:59:

اطيعوا الله واطيعوا الرسول واولي الأمر منكم

Patuhilah Allah, patuhilah Rasulullah, dan pemimpin di antara kamu

Nabi bersabda:

المسلمون علي شروطهم الا شرطا حرم حلالا أو احل حراما (رواه الترمذي)

Orang Islam itu sesuai syarat-kesepakatan yang dibuat, kecuali syarat yang mengharamkan sesuatu yang halal atau menghalalkan sesuatu yang haram“. (HR. Tirmidzi)

Baca Juga:  Asmah Sjachruni, Singa Podium Muslimat NU

Kiai Sahal sering dawuh :

لسان الحال أفصح من لسان المقال

(tindakan lebih mengena dari orasi).

Maka dalam konteks ini, Keteladanan KH. MA Sahal Mahfudh dalam mematuhi prosedur yang ditetapkan menjadi inspirasi luar biasa bagi umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia untuk mematuhi prosedur yang ditetapkan.

Jangan biasakan nabrak prosedur, apalagi dengan cara-cara di luar aturan yang jelas-jelas bertentangan dengan etika Islam.

Dalam salah satu kaidah yang dikutip Kiai Sahal : النية الحسنة لا تبرر الحرام (niat yang baik tidak bisa menghalalkan sesuatu yang haram), maka menabrak aturan meskipun bertujuan baik, tetaplah perbuatan yang tercela.

Sudah saatnya kita menjadi teladan bagi diri kita sendiri, baru kepada keluarga kita, lingkungan, dan masyarakat secara umum.

Ingat sabda Nabi:

ابدأ بنفسك (رواه مسلم)

Mulailah dari dirimu sendiri“. (HR. Muslim).

Semoga kita mampu meneladani Kiai Sahal, Amin.

 [HW] .فتشبهوا إن لم تكونوا مثلهم – ان التشبه بالرجال فلاح

Dr. H. Jamal Makmur AS., M.A.
Penulis, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pati, dan Peneliti di IPMAFA Pati

    Rekomendasi

    1 Comment

    1. […] Ketiga, KH. MA. Sahal Mahfudh […]

    Tinggalkan Komentar

    More in Kisah