keistimewaan bulan dzulhijjah

Baru kali ini sepanjang perjalanan hidup saya menyaksikan, bahwa Hajatan Ibadah Haji 1441 tidak bisa diikuti oleh umat Islam di luar umat yang di Saudi Arabia. Kesempatan berhaji hanya diikuti umat Islam Kerajaan Saudi Arabia. Kejadian ini tidak lepas dari ikhtiar untuk melindungi umat Islam dari peristiwa Pandemi Covid-19. Padahal umat Islam yang antri untuk tunaikan ibadah Haji dan Umrah semakin hari semakin banyak Semoga kejadian ini memberikan manfaat bagi semua umat manusia, wabil khusus umat Islam. Salah satu sisi yang bisa di ambil manfaatnya adalah kita memahami soal Dzhulhijjah dalam berbagai aspeknya.

Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang terdapat dalam kalender tahun Hijriyah, tepatnya Dzulhijjah merupakan belum ke-12 dari tahun Hijriyah tersebut. Orang-orang Arab menamai bulan tersebut dengan nama Dzulhijjah, karena pada bulan tersebut orang-orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelaksanaan ajaran-ajaran Nabi Ibrahim Alaihissalam, dan kebiasaan ini sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Dzulhijjah berasal dari dua kata, yaitu Dzul yang artinya pemilik dan Al-Hijjah yang artinya adalah Haji.

Bulan Dzulhijjah juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah Ta’ala. Rasulullah saw bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhiroh dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dzulhijjah memiliki beberapa keistimewaan, yang sangat berarti bagi umat Islam khususnya dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Pertama, Keistimewaannya sudah tertulis dalam firman-Nya yang berbunyi,

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)

Artinya: “Demi waktu fajar (pagi hari) dan sepuluh malam (bulan Dzulhijjah)”. (QS. Al-Fajr 89: 1-2). Ibnu Hajar al-Asqalani pernah menyampaikan dalam Fath al-Bar bahwa “keistimewaan sepuluh hari di bulan Dzulhijjah adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama; yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji. Dan itu tidak ada di hari-hari selainnya.”

Kedua, Dzulhijjah merupakan bulan yang pahala amalnya dilipat gandakan. Rasulullah saw dalam salah satu hadisnya pernah menyampaikan yang artinya: “Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak pernah berkurang, kedua bulan itu adalah bulan id: bulan Ramadan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari & Muslim).

Ketiga, Keistimewaan dan kemuliaan bulan Dzulhijjah inilah yang membuat umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan. Bagi umat muslim yang mampu, bulan Dzulhijjah merupakan kesempatan untuk beribadah haji dan juga berkurban. Sedangkan bagi yang belum mampu, bisa melaksanakan ibadah salat Idul Adha, puasa, sedekah, dan zikir. Siapapun dapat kesempatan beribadah meskipun dalam bentuknya yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Fikih Berkurban

Keempat, Dzulhijjah merupakan bulan yang memiliki hari-hari yang khusus, yaitu :
(1) Hari Tarwiyah (التروية) yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah. Beberapa pendapat menyatakan bahwa Tarwiyah berasal dari kata ar-rawiyah yang artinya berfikir atau merenung. 8 Dzulhijjah disebut sebagai hari tarwiyah dikarenakan pada hari itu, Nabi Ibrahim as berfikir dan merenungkan isi dari mimpinya.(Baca : Puasa Sunah Idul Adha). Pada hari ini, umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk berpuasa, sebagaimana ucapan Nabi saw
Barang siapa yang tidak melakukan ibadah haji, maka ia di sunnahkan baginya untuk berpuasa pada hari tarwiyah yaitu hari ke-8 bulan dzulhijjah dimana ia akan memperoleh kebaikan dari Allah berupa pengampunan dosa 1 tahun yang telah lalu” (HR. Bukhori)

(2) Hari Arafah (عرفة) yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dinamakan hari arafah karena pada tanggal 9 Dzulhijjah para jamaah haji melaksanakan wukuf di padang Arafah. Pada hari tersebut, Umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji juga dianjurkan untuk berpuasa. Hati Arafah merupakan hari yang penuh dengan keberkahan, dimana Allah memberikan kebebasan bagi banyak orang dari api neraka serta membangga-banggakan para jamaah haji di hadapan para Malaikat-Nya.

Dari Aisyah radhiallahu anha, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda yang artinya: “Tidak ada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari azab neraka daripada hari ‘Arafah. Sesungguhnya Dia (pada hari itu) mendekat, kemudian menbangga-banggakan mereka (para jama’ah Haji) dihadapan para Malaikat.” Lalu Dia bertanya,”Apa yang diinginkan oleh para jama’ah Haji itu?” (HR. Muslim)

(3) Hari An-Nahr (النحر) yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. An-Nahr artinya adalah menyembelih. Jadi tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari dimana banyak orang yang melakukan penyembelihan hewan qurban. Pada hari tersebut umat muslim merayakan hari raya Idul Adha dan melaksanakan shalat sunnah Id, serta menyembelih hewan qurban. Juga pada hari itu, umat muslim dilarang untuk berpuasa, sebagaimana sabda Nabi saw:

أَيَّامُ مِنَى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: “Hari-hari Mina (hari nahr dan tasyriq) adalah hari-hari makan dan minum serta berzikir kepada Allah swt” (HR. Muslim)

Dengan begitu banyaknya keutamaan yang dimiliki oleh bulan Dzulhijjah, maka sepatutnyalah jika kita sebagai umat muslim melakukan amalan-amalan shaleh seperti Amal Jariyah yang nantinya akan dapat mendatangkan pahala serta pertolongan dari Allah swt. Adapun amalan-amalan tersebut diantaranya adalah :

1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah
Allah swt telah berfirman dalam QS Ali-Imron ayat 97 :

Baca Juga:  Belajar Bahagia dari Generasi Sahabat

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Artinya: “Kewajiban bagi manusia kepada Allah, berhaji ke baitullah, bagi siapa saja yang memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan”

Rasulullah saw pernah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ﴿العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, “Umroh satu ke Umroh lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” (H.R. Bukhari Muslim)

2. Berpuasa
Kaum muslimin sangat dianjurkan untuk memanfaatkan sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah dengan melakukan berbagai macam amalan yang disyariatkan dalam Islam. Salah satunya adalah dengan melakukan Macam – Macam Puasa Sunnah di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kenapa ? Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Tidak ada hari-hari lain yang lebih disukai Allah swt daripada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.” Puasa di siang harinya adalah sama dengan puasa setahun penuh, dan ibadah di malam harinya setara dengan ibadah di malam Laylat al-Qadar.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah pun pernah berkata: “Siapapun yang berpuasa pada tanggal 1 Dzulhijjah seolah-olah ia ikut dalam Jihad di jalan Allah swt selama 2.000 tahun tanpa istirahat sedikit pun. Bagi yang berpuasa di hari kedua seolah-olah ia telah beribadah kepada Allah SWT selama 2.000 tahun dan puasa di hari ketiga seolah-olah ia telah memerdekakan 3.000 budak di masa Nabi Ismail AS. Untuk puasa di hari keempat ia menerima ganjaran sama dengan 400 tahun ibadah. Untuk hari kelima ganjarannya setara dengan memberikan pakaian kepada 5.000 orang yang telanjang, puasa di hari ke-6 setara dengan ganjaran bagi 6.000 syuhada dan puasa di hari ketujuh, semua pintu di ketujuh neraka menjadi haram baginya dan untuk puasa di hari kedelapan, seluruh pintu surga akan dibuka baginya.”

Dan sabda Rasulullah saw terkait tentang puasa di tanggal 9 Dzulhijjah atau yang dikenal dengan puasa Arafah :

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْـمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Artinya: “(Puasa Arafah) menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim)

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka, lebih banyak daripada di hari Arafah.” (HR. Muslim)

3. Memperbanyak zikir
Allah SWT telah berfirman :

وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ

Artinya: “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” (QS Al-Baqarah : 203). Rasulullah saw bersabda :

Baca Juga:  Abu Bakr Al-Razi (2): Akal dan Kenabian, Kritik terhadap Agama-Agama Wahyu

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ، فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ – رواه الطبراني فى المعجم الكبير

Artinya: “Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad dan Sanadnya dishahihkan Syekh Ahmad Syakir)

4. Melaksanakan Shalat Ied
Hari raya Idul Adha dalam islam juga dikenal dengan sebutan An-Nahr yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Untuk merayakan hari tersebut, maka umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan shalat Ied dan dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban. Juga pada hari tersebut, umat muslim diharamkan untuk berpuasa. Allah swt telah berfirman dalam QS Al-Kautsar : 2 yaitu :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Laksanakanlah shalat untuk Rabmu dan sembelih-lah qurban.”

5. Menyembelih hewan qurban
Rasulullah saw bersabda :

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Artinya: “Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat shalat kami”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Rasulullah saw juga bersabda :

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

Artinya:
Barangsiapa yang memiliki hewan yang hendak dia sembelih (di hari raya), jika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah maka janganlah dia memotong rambutnya dan kukunya sedikitpun, sampai dia menyembelih qurbannya.” (HR. Muslim)

6. Memperbanyak amalan sholeh, melakukan taubat, serta meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat. Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ، وَلَجَاءَ
بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Artinya; “Demi Dzat yang diriku berada ditanganNya, jika kalian tidak berbuat dosa Allah akan hilangkan kalian dan Allah akan datangkan kaum lain yang berdosa, lalu mereka pun minta ampun kepada Allah, Allah pun ampuni dosa mereka.” (HR. Imam Muslim)

Demikianlah beberapa hal penting terkait dengan Dzulhijjah. Tidak hanya tentang makna Dzulhijjah dan keistimewaannya. Melainkan juga tentang amalan-amalan baik yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah maupun untuk seterusnya juga. Bagi yang mampu bisa memaknai dan mewujudkan amal dan perbuatan baik dan terpuji secara optimal, mereka berarti bisa memenangkan dalam melawan gerombolan syaitan. Demikan sebaliknya, bagi yang tidak bisa mewujudkan ibadah yang ideal, haji atau umrah, maka bisa membuat amalan baik lainnya dengan tetap memperhatikan potensi dan realitas yang ada. [IM]

Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Beliau adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menjabat Rektor Universitas Negeri Yogyakarta untuk periode 2009-2017, Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019, Ketua Umum Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) periode 2011-2016, dan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY masa bakti 2011-2016

    Rekomendasi

    Tinggalkan Komentar

    More in Hikmah