Kesekian kalinya, Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Glenmore menyelenggarakan Gambus Jalsah. Kali ini dilaksanakan di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (6/10/2021).

Berdasarkan hasil wawancara dengan Gus Zainuddin, kegiatan ini dilakukan secara bergilir dari desa satu ke desa lainnya. Tujuannya tidak lain adalah, mengenalkan tradisi NU kepada alumni santri dan pemuda pada umumnya melalui gambus. Di samping, juga diisii dengan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang bekerja sama dengan LAZISNU Kecamatan Glenmore.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas tiap 15 hari sekali dan dilakukan secara anjang sana ke desa atau ranting. Di samping, juga ada santunan bagi anak yatim dan dhuafa” jelas Gus Zain.

Dalam kesempatan ini, Gus Muhammad Anas Ketua PC MDS Rijalul Ansor kabupaten Banyuwangi mengapresiasi kegiatan Gambus Jalsah. Menurutnya, langkah Rijalul Ansor kecamatan Glenmore sudah tepat untuk mengajak para kiai muda dan santri melalui musik gambus.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini terutama kepada Gus Zain. Diakui atau tidak, selama Gus Zain menjabat sebagai Sekretaris PAC MDS Rijalul Ansor kecamatan Glenmore kegiatan NU penuh dengan warna. Oleh karenanya, kami akan dukung kegiatan Gambus Jalsah ini”, ujar Gus Anas.

Menguatkan pandangan di atas, Ketua Aswaja NU Center Kabupaten Banyuwangi, Gus Hadi mengatakan, perkumpulan apapun itu yang menjadi sebab ingat kepada Allah maka seluruh yang dimiliki akan mendapatkan ridha-Nya. Juga, orang-orang yang berusaha mencari ilmu (agama) tidak akan termasuk dalam golongan orang yang dilaknat oleh Allah SWT.

“Hanya dengan bimbingan para habaib dan kiai, kita akan menggelar perkumpulan yang ada majelis taklim, dzikir dan shalawat. Jika ini dilakukan maka, kita akan mendapat dua kebagusan yakni, majelis dzikir dan kehadirannya,” terang Gus Hadi.

Lebih lanjut, sebaiknya pemuda itu mengikuti perkumpulan di bawah naungan NU. Karena menurutnya, amaliah NU selaras dengan Sunnah Nabi Muhammad Saw dibandingkan dengan kelompok di luar NU yang tidak selaras dengan Sunnah Nabi. Bahkan, mereka mengingkari beberapa hadis.

“Misalnya, orang baca Al-Qur’an tidak bisa dan memahami maknanya dikatakan sia-sia dalam versi mereka. Padahal kata Nabi, orang yang baru belajar Al-Qur’an itu mendapatkan dua pahala yakni, pahala kesabaran dalam belajar dan pahala membaca Al-Qur’an”, pungkas Ketua Aswaja NU Banyuwangi ini. (Saiful Bari/RZ)

Redaksi
Redaksi PesantrenID

Rekomendasi

Tinggalkan Komentar

More in Berita